Bandung Menjawab : One Day No Rice

BANDUNG - "Konsumsi beras masyarakat Kota Bandung masih tinggi berkisar di  100 Kg perkapita pertahun. Sedangkan masyarakat di negara maju, misalnya di negara Jepang dan Korea itu berkisaran di 60 kg perkapita pertahun, sehingga hampir dua kali lipat kota Bandung masih tertinggi di Asia. Karena di Bandung itu masih ada budaya kalau tidak makan nasi itu tidak afdol"


Hal itu diutarakan oleh Kepala Dinas Pertanian dan Pertahanan Pangan Kota Bandung, Elly Wasliah saat acara 'Bandung Menjawab' terkait One Day No Rice di Press Room Balaikota Bandung, Jalan Wastukancana No 2, Selasa (2/4).


Elly juga menjelaskan dengan adanya program One Day No Rice, ia ingin mengangkat pangan lainnya selain beras. "Selama ini pangan lokal lainnya masih terpinggirkan, di anggap sebelah mata bagi masyarakat Kota Bandung seperti Kentang, Jagung, Singkong dan umbi-umbian," ujar Elly.


Tahapan One Day No Rice ini masih dalam tahap imbauan dan rencananya dari Dinas Pertanian dan Pertahanan Pangan Kota Bandung akan melakukan  sosialisasi sesuai arahan dari Walikota Bandung Ridwan Kamil. "Supaya nantinya intensif sosialisasi kepada masyarakat Kota Bandung.  Dan mungkin langkah pertama dari Kami dengan membuat surat edaran kepada Walikota Bandung yang isinya bahwa penjelasan program One Day No Rice yang jatuh pada hari Senin," ungkapnya.


Ia juga menambahkan setelah melakukan surat edaran akan melakukan sosialisasi One Day No Rice di seluruh Kecamatan di Kota Bandung bekerjasama dengan ketua tim penggerak PKK Kota Bandung dan juga tenaga ahli dewan Ketahanan Pangan Kota Bandung.


"Rencananya kami akan secara simultan melakukan sosialisasi kepada seluruh kecamatan agar kewilayahan baik kecamatan dan kelurahan paham dengan kebijakan dari Pemerintah Kota Bandung tentang One Day No Rice,"tambahnya.


Lebih lanjut lagi, Elly menerangkan untuk konsumsi beras di Bandung satu harinya membutuhkan sekitar 750 ton.  Pasokan beras di Bandung mayoritas datang dari daerah pantura.


"Jawa barat merupakan lumbung pangan tingkat nasional, kita punya sentra-sentra produsen beras dari Indramayu, Subang, Cirebon dan Karawang," terangya.


Sedangkan untuk Bandung sendiri bisa berkontribusi dalam produksi beras sekitar 4% dan 96% sisanya didatangkan dari luar Kota Bandung


Ia mengatakan sesuai instruksi Presiden bahwa dalam tiga tahun harus bisa swasembada beras, maka Elly menargetkan untuk meningkatkan produktivitas beras sekitar 10% hingga 15%.


"Kami ditargetkan seluruh Kabupaten Kota harus meningkatkan produktivitas itu sampai 10-15 % " kata Elly


Kota Bandung sendiri memiliki produktivitas padi sekitar 6 ton perhektar dan mencoba untuk meningkatkan target sekitar 7,5 sampai 8 ton perhektar untuk produktivitas padi.


"Apabila tercapai 15% , produksi beras di seluruh Indonesi itu kurang lebih 80 juta ton sedangkan kebutuhan masyarakat Indonesia hanya 73 juta  ton.  Jadi hitung-hitungan matematikanya tujuh juta ton itu bisa di eksplor atau menjadi cadangan," pungkas Elly. (*)

G+

Anda baru saja membaca artikel tentang Bandung Menjawab : One Day No Rice. Jika Anda menyukai Artikel ini, Silahkan masukan email anda dibawah ini untuk berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel terbaru dari 60Menit.com
feedburner

0 komentar:

Cari Apa Saja di 60Menit.com

60Menit.com © 2016. All Rights Reserved.
Template Oleh SEOCIPS | Creative by abiShalih