SELAMAT DATANG DI WEBSITE 60MENIT

Saturday, May 6, 2017

Lima Proyek Keren Emil Oded di Kota Bandung


BANDUNG, 60MENIT.COM - Kiprah pasangan Ridwan Kamil (Emil) dan Oded M Danial (Mang Oded) memimpin Kota Bandung berawal pada 16 September 2013. Di bawah arahan keduanya, progres pembangunan Kota Bandung kian memperlihatkan perubahan positif.

Bandung pun kini bertransformasi menjadi kota yang banyak menawarkan daya tarik. Inovasi di bidang infrastruktur menjadi salah satu kunci kota ini menjadi kota yang livable atau layak huni dan loveable dicintai.

Dari sekian banyak proyek infrastruktur di Bandung, sedikitnya ada lima perubahan fisik di Bandung yang banyak menyedot perhatian wisatawan. Simak berikut ini:

1. Skywalk Cihampelas 
 
Rehabilitasi area jalur pedestrian merupakan salah satu fokus Pemerintah Kota Bandung dalam menata kota. Tak hanya mempercantik trotoar, Pemkot Bandung pun membuat terobosan baru dengan membuat jembatan bagi pedestrian di atas udara atau lebih beken disebut Skywalk Cihampelas.

Dilihat dari sisi konstruksi, Skywalk Cihampelas memiliki permukaan lantai bertingkat. Jembatan itu memiliki panjang 450 meter, lebar 9 meter, dan mempunyai tinggi 4,6 meter dari permukaan jalan.

Rangkanya menggunakan bahan baja serta beton pada bagian lantai. Alasnya menggunakan kombinasi bahan granit dan kayu.

Selain untuk membuat nyaman para pejalan kaki, Skywalk Cihampelas juga menjadi solusi kreatif penataan pedagang kaki lima (PKL) yang kerap membuat kusut kawasan wisata belanja itu.

Sejumlah kios berwarna-warni pun terpajang di sisi jalan. Ada 197 kios disiapkan untuk menampung para PKL. Untuk memberi kesan hijau, bunga-bunga ditanam mengiringi tiap lekuk jembatan.

Meski berada di atas jalan, pengunjung tidak akan khawatir tersengat terik matahari. Sebab, lokasi ini dipenuhi dengan pepohonan rimbun.

Tak hanya itu. Skywalk Cihampelas juga ramah bagi penyandang disabilitas. Akses bagi kaum difabel disediakan diseluruh area jembatan. Bahkan, Skywalk Cihampelas dilengkapi lift sebagai akses masuk utama mereka.

Proyek yang dkerjakan oleh PT Likatama Graha Mandiri itu pun kini menjadi ikon terbaru di Bandung. Sampai saat ini kunjungan wisatawan tak pernah surut.

2. Bandung Creative Hub (BCH)
 
Pemkot Bandung kembali membuat terobosan anyar dengan membangun Bandung Creative Hub (BCH). Lokasinya berada di Jalan Sukabumi, Bandung.

Proyek tersebut mulai dikerjakan pada Agustus 2016 lalu dan diprediksi selesai akhir tahun ini. Nantinya gedung itu berfungsi sebagai pusat industri kreatif yang bisa diakses oleh para komunitas kreatif kota ini.

Sesuai namanya, struktur bangunan tersebut berbentuk unik. Mengingat proyek itu memiliki tingkat kesulitan tinggi, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil turun tangan untuk mengawasi langsung proyek tersebut.

"Konstruksinya lebih rumit, bangunannya tidak biasa, isinya tidak biasa. Belum ada di Indonesia. Bentuknya poligon, segi banyak," kata Emil di Pendopo Kota Bandung, Jalan Dalemkaum, pada 1 Agustus 2016 lalu.

Bangunan lima lantai itu akan dilengkapi perpustakaan, galeri, museum, studio inovasi tiga dimensi, studio fashion, desain museum, desain store, amfiteater, ruang belajar, serta toko yang menampilkan produk kreatif terbaik Bandung.

3. Bandung Command Center (BCC) 
 
Pusat komando dan informasi (Bandung Command Center) menjadi salah satu karya terbaik Kota Bandung di bawah pimpinan Ridwan Kamil dan Oded M Danial yang banyak mendapat respons positif. Lokasinya berada di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana.

Sejak dibangun pada 2015 lalu, BCC menjadi salah satu bangunan paling vital milik Pemkot Bandung. Sebab, di ruangan itu, terdapat peralatan canggih dan didesain mirip di film Star Trek.

Ruangan itu dilengkapi peralatan canggih dengan ratusan software di dalamnya. Perangkat lunak itu merupakan gabungan dari pelayanan publik elektronik dari sejumlah satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang dibuat khusus oleh perusahaan komputer, IBM, serta mahasiswa ITB.

BCC memiliki fungsi utama sebagai pusat untuk memantau tiap sudut Kota Bandung yang terkoneksi dengan kamera pengawas di seluruh kota. Ruangan itu juga berfungsi sebagai tempat masuknya pengaduan publik.

4. Restorasi Sungai Cikapayang dan Taman Dewi Sartika 
 
 Di bawah pimpinan Ridwan Kamil dan Oded M Danial perbaikan penambahan ruang publik (taman) baru semakin masif dilakukan. Salah satunya adalah restorasi Sungai Cikapayang dan rehabilitasi Taman Dewi Sartika yang berlokasi sekawasan dengan Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana.

Sungai Cikapayang merupakan anak sungai kecil yang jalurnya melintasi area Balai Kota Bandung. Dulu sungai itu tampak kumuh. Pepohonan rimbun di Taman Dewi Sartika misalnya, membuat daerah itu tampak seram.

Melihat ada potensi wisata, Pemkot Bandung melalui Dinas Bina Marga dan Pengairan (DBMP) mencoba mengubah kesan kumuh tersebut. Air sungai yang keruh diubah menjadi lebih jernih dengan menerapkan teknologi penyaring air.

Sekarang? Sungai itu sudah menjadi tempat favorit anak-anak lantaran tersedianya kolam dangkal untuk arena bermain air.

Area bagi pedestriannya juga dipercantik, lengkap dengan kursi klasik dan tanaman warna-warni. Ridwan Kamil menilai revitalisasi sungai sepanjang 200 meter itu merupakan proyek paling baik.

"Jarang saya pilih-pilih. Dari semua yang pernah saya kerjakan, mungkin ini yang paling benar sesuai jadwal, kontraknya juga transparan, kontraktornya bertanggung jawab, secara desain nurut, detailnya bagus. Mudah-mudahan jadi percontohan," Tegas Emil.

Taman itu diresmikan pada 31 Desember 2015 lalu. Sejak itu, lokasi tersebut jadi buruan masyarakat. Bahkan, hingga kini, tempat itu tak pernah sepi pengunjung.

5. Taman Fim

 Selain Taman Jomblo, Taman Fotografi, Taman Skateboard, sebentar lagi Bandung akan memiliki Taman Film. Taman tersebut bisa dipakai warga untuk menonton film di area terbuka. Seperti apa desainnya?

Taman ini berada di kompleks Taman Pasupati Bandung. Lokasinya berada di bawah Taman Skateboard, sebelum Lapangan Futsal. Desainnya dibuat oleh perusahaan konsultan arsitek SHAU yang berkantor di Jakarta. Dibangun di kolong Jembatan Pasupati dengan luas mencapai 700 meter persegi.

Menurut Kepala Dinas Pemakaman dan Pertamanan (Diskamtam) Kota Bandung Arief Prasetya, taman ini dibentuk menjadi bangunan amphiteater dengan fondasi tempat duduk yang berkelok-kelok. Di depan amphiteater, dibangun megatron yang nantinya akan menjadi tempat pemutaran film. Kapasitasnya sendiri bisa mencapai 500 orang.

Sementara jika melihat gambar desain yang dipajang mengelilingi proses pembangunan Taman Film, nantinya saat malam hari, tempat duduk amphiteater akan lebih cantik dengan lampu yang menyala.
Oleh Zhovena –sumber : Distamkam Kota Bandung.
Post a Comment