Header Ads

Guru Honorer SDN Sekota Bandung Berduka, Karena Gaji Hibahnya Mau Di Sunat

Ilustrasi


BANDUNG, 60MENIT.COM - (28-02-2018)  Dalam kurun waktu satu tahun lamanya para guru honorer menanti dalam penantian yang panjang untuk menunggu pencairan dana hibah dari Pemerintah Kota Bandung yang nilainya tiga kali lipat dari nilai gaji guru honor senilai Rp. 820.000,- per bulan yang totalnya Rp. 2.460.000,-.

Tetapi tiba tiba ada aturan mendadak dari kepala sekolah tersebut akan memotong dana hibah tersebut sebesar Rp. 300.000,- per bulan.

Hal ini kepala Sekolah tersebut minta tanda tangan dari para guru honorer sebagai pernyataan setuju akan aturan kepala sekolah dengan itu, sehingga tidak bisa berbuat apapun para guru honorer menanda tanganinya.

Ketika diwawancarai oleh wartawan 60MENIT.COM. salah satu guru honorer SDN. di Kota bandung yang berinisial Z (nama dirahasiakan redaksi)  "Kepsek mau potong gaji kami.  Bahkan ada yg sudah TTD di atas materai agar mau di potong gaji" ujarnya.

"Bantuan honorarium buat guru honor 3X dana hibah per bulan 820rb.. eh sekarang kepsek mau potong gajih kami,  guru honor jadi dipotong Rp.300rb." Pungkasnya.

Pertanyaan para guru honor itu kenapa ada potongan, kepsek hanya menjawab "karena akan ada dana hibah yang akan cair".  lalu para guru itu pada bingung karena jawaban kepsek tidak masuk akal, karena yang nilainya Rp. 300.000,- itu murni dari sumbangan dana bos yang biasa di terima tiap bulan oleh para guru.

Tetapi karena akan ada pencairan dana hibah dari Pemkot Bandung untuk para guru tiba tiba dana yang sumbernya dari dana bos itu tidak di berikan pada para guru honorer, "bahkan kalo sudah cair maka kamipun harus mengembalikan setengahnya dari gaji kami dari bulan Januari ke sekolah pihak kepsek SDN , bahkan kabar ini berlaku untuk semua sekolah SDN di Kota Bandung" pungkas Z.
(Zhovena).
Post a Comment