SELAMAT DATANG DI WEBSITE 60MENIT

Friday, March 2, 2018

TNI Prioritaskan Program Citarum Harum



BANDUNG, 60MENIT.COM - Program citarum harum yang kini jadi sorotan pemerintah merupakan proritas TNI dan semua instansi terkait untuk membenahi sungai sepanjang di kota bandung, sungai yang melintasi 12 kabupaten dan kota jawa barat

Pangdam 111/Siliwangi Mayjen TNI Doni Monardo mengatakan sebanyak 300.000 ton limbah industri mengalir ke sungai citarum setiap hari sehingga dapat disimpulkan bahwa industri merupakan penyumbang terbesar kehancuran Ekosistem Citarum, disela-sela kegiatan diskusi nya bersama rekan-rekan jurnalis yang tergabung dari berbagai media grup jurnalis siliwangi untuk berdiskusi tentang pelaksanaan citarum Harum yang bertempat di Kalpa Tree Dine And Chil di jln.Kiputih no37 Ciumbuleuit Cicadap kota bandung, Jumat (2/3).

Pangdam 111/Siliwangi menambahkan, limbah cair dan padat itu berasal dari 3.200 industri yang beroperasi disepanjang daerah aliran sungai (DAS) sungai citarum. Dari 3.200 industri, 2.000 lebih diantara nya tekstil itu sebanyak1.900 diantaranya tak memiliki Ipal( Instalansi Penglahana air Limbah), untuk mengatasi persoalan limbah industri tersebut kodam 111/siliwangi bersama polda jabar telah melakukan pertemuan dengan kementerian Lingkungan Hidup Jabar. Dalam Pertemuan itu masih ada tumpang tindih kewenangan dalam penindakan tambah Pangdam 111/siliwangi.


Pangdam 111/Siliwangi mengungkapkan."  Setelah nanti Perpres mengenai (peraturan presiden tentang rehabilitasi Sungai Citarum), Turun Penegakan Hukum satu pintu, Dikepolisian mudah-mudahan ke depan tak ada setetes pun limbah yang dibuang ke citarum tanpa melalui Ipal, dan sebagian besar pelaku industri enggan mengolah limbahnya Lantaran biaya pengolahan limbah cukup mahal. Namun Mahal nya pengolahan limbah cukup mahal nya pengolahan limbah, tak sebanding denagn hancurnya ekosistem Citarum, dari penelitian ahli, air sungai Citarum telah mengandung zat beracun yang sangat berbahaya, seperti merkuri Kadnium, Timbal.

Lebih lanjut Pangdam menambahkan, Bahkan Kandungan Berbahaya itu telah mencemari air situ cisanti yang berada di hulu, kadar merkuri sudah diambang batas, di duga kuat merkuri berasal dari pupuk kimia NPK, Petisida dan Urea yang digunakan petani sayuran di hulu untuk memastikan dari mana merkuri itu berasal, kami berkoordinasi dengam pakar dari unpad dan ITB untum kedepan nya akan di bangun Ipal terpadu itu melibatkan swasta dan saat ini tengah dilakukan Feasibility Studies dan selain itu juga pemerintah kota Bandung, Bandung barat dan kota cimahi di dorong untuk membangun TPS sampai ke tingkat RW agar masyarakat tak membuang limbah rumah tangga ke sungai dengan tujuan untuk merehabilitasi ekoaistem sungai lewat program citarum harum ungkap pangdam.
(Lia)
Post a Comment