SELAMAT DATANG DI WEBSITE 60MENIT

Tuesday, April 17, 2018

Cyber Hijrah Roadshow Di Kota Cianjur - Diawali Dengan Tabligh Akbar "Berita Bohong Dimata Islam"

CIANJUR, 60MENIT.COM - Cyber Hijrah Roadshow to Jabar kali ini memasuki kota Cianjur tepatnya di Pesantren Persis 04 Cianjur. Selama berada di Cianjur sebagai kota tujuan kedua, Cyber Hijrah Roadshow akan kembali menggelar rangkaian kegiatan yang hampir sama di kota sebelumnya, diantaranya Pelatihan Dasar Jurnalistik, Diskusi Publik, Tabligh Akbar dan kaderisasi Cyber Hijrah. Rangkaian kegiatan diawali dengan Tabligh Akbar yang bertema 'Berita Bohong di Mata Islam' bertempat di Pesantren 04 Persis Cianjur. Hal ini disampaikan oleh salah satu tim Cyber Hijrah sekaligus Ketua Pengurus Wilayah Himpunan Mahasiswa Persis Jawa Barat, Alam Permana, Selasa 17 April 2018.

"Kami bersama Buana Indonesia Network, yayasan Wiranatakusumah dan seluruh elemen muda islam yang ada menyepakati bahwa kita harus kembali pada fitrah kita sebagai umat muslim yang cerdas. Tidak mudah terprovokasi, apalagi memproduksi dan menyebar konten provokatif, adu domba, fitnah dan berita bohong. Mereka yang menyebarkan berita seperti itu bukan bagian dari generasi Islam bodoh," kata Alam.

Dalam kesempatan Tabligh Akbar tentang 'Berita Bohong di Mata Islam', salah satu pengisi materi Dr Roni Nugraha M. Ag, mengatakan berita bohong itu berawal dari mulai berkurangnya rasa malu dalam diri manusia,  rasa malu tatkala apa yg didengar,  dibicarakan dan difikirkannya tidak terjaga, lantas diantara faktor-faktor yang menyebabkan rasa malu itu berkurang bahkan hilang adalah pendengaran yang tidak sempurna.

"Dalam menerima informasi hal ini karena daya tangkap pendengaran manusia optimalnya hanya 30 menit, kondisi ini menyebabkan informasi yg di dengar tidak sempurna bahkan keliru, dari sinilah berita bohong seringkali muncul dan menyebar.

Selanjutnya penglihatan, faktor penglihatan kadang membiaskan informasi yg diterima manusia karena penglihatan terbatas, tatkala benda terlalu jauh maka bentuk benda tersebut tidak jelas bentuk aslinya sedangkan jika terlalu dekat mata tidak bisa melihat benda tersebut, informasi yg diterima oleh mata dengan kondisi tersebut menyebabkan kaburnya informasi yg sebenarnya," jelasnya.

"Kurangnya jendela informasi, malasnya menekuni literasi membuat minimnya orang mencari tahu dan mengetahui mana informasi yang asli dan mana informasi yang palsu, padahal karakter manusia itu tergantung bacaannya atau apa yang di bacanya," tambah Roni.

Sementara itu, wakil ketua yayasan Wiranatakusumah, Moeli Wiranatakusumah mengatakan, yayasan Wiranatakusumah mendukung kegiatan ini secara berkelanjutan dan diharap kedepannya akan secara stimultan dilakukan diseluruh Jawa Barat dengan menyasar pesantren - pesantren.

"Pesantren merupakan gudangnya generasi penerus potensial. Kami sangat berharap kalangan muda pesantren, di Cianjur khususnya juga akan menjadi benteng, filter berita bohong dan berita hoax yang ada tersebar, minimal dilingkungan terdekat mereka. Nah Cyber Hijrah ini juga sebagai wahana mencetak para contentpreneur muda. Jadi kalau generasi muda sudah bisa membangun dirinya sendiri, sudah sadar dan cerdas serta fokus pada membangun masa depannya, tidak mau lagi menyebarkan berita bohong, fitnah, adu domba. Karena berita seperti itu hanya dilakukan oleh orang - orang yang tidak cerdas dan bodoh," kata Moeli. (Zhove)

Kabupaten Cianjur merupakan kota kedua yang disinggahi Cyber Hijrah untuk menggelar sesi prolog Pelatihan Jurnalistik dan Penggunaan Sosial Media. Sebelumnya gelaran ini digelar di Kota Sukabumi Jawa Barat. Ada 5 kota kabupaten yang rencana akan disasar Cyber Hijrah, diantaranya Sukabumi, Cianjur, Garut, Tasikmalaya dan Pangandaran.

Post a Comment