SELAMAT DATANG DI WEBSITE 60MENIT

Sunday, August 5, 2018

Sektor 10 - Dengan Medan yang Keras Membatu Kami Siap Suseskan Revitalisasi Sungai Citarum



Satgas Sektor 10 Gali Lobang Tanam di Medan Yang Keras Membatu (5-08-2018)



BANDUNG, 60MENIT.COM – Minggu (5-08-2018) Sektor 10 citarum harum satgas sektor 1 yang dipimpin oleh Serda Rio Aditya berposko di Ds. Rajamandala Kulon hari ini melkasanakan kegiatan di lapangan bola Kp. Cisameng yaitu membuat lubang tanaman pohon plamboyan dan bambu hitam dan sebagian lagi membersihkan rumput dan semak semak disepanjang anak sungai.

Sertu Ferry W yang memimpin kegiatan di RT. 01 RW. 25 dengan giat membersihkan parit disekitar anak sungai, pengukuran dan penggalian lubang untuk tanaman bambu hitam, perawatan lubnag galian tanaman plamboyan dengan penyiraman dan pemupukan.

Disela sela karya baktinya Serda Rio Aditya (Dansubsektor 1) ketika ditanya wartawan 60menit.com tentang hambatan pada pekerjaan ini, menyampaikan “Terlambatnya pekerjaan kami bawhwa kami tidak dibekali peralatan yang cukup, apalagi peralatan yang modern soalnya di area ini selain banyak bebatuan besar juga agregat tanah sudah mengeras jadi batu karena sedimentasi dari batuan kapur maka kami membutuhkan peralatan yang seimbang bukan dengan peralatan seadanya, terus kalo kami melaksanakn giat dibantaran sungai hambatannya adalah selain bebatuan yang besar sehingga sulitnya medan yang dikerjakan juga bau dari sungai citarum yang begitu menyengat, sehingga satgas kamipun tidak kuat bertahan lama dalam melaksanakan pekerjaan” Tegasnya


Subsektor 2 dari tim/unsur Rider 300 yang dipimpin oleh Koptu Sugeng H melaksanakan kegiatan melaksanakan pembersihan sampah di sekitaran bantaran sungai citarum dan Kp Bantar Caringin dilanjutkan Sosialisasi kepada siswa sisiwi SMK Al-Bantari Bantar Caringin Ds Cihea tentang pentingnya menjaga kebersihan dan membuang sampah ditempat yang telah ditentukan, penggalian lubang yang akan digunakan untuk lubang plamboyan dan bambu hitam sekitaran lapangan bola Kp Cisameung dan penyiraman 2 bibit pohon plamboyan yang diuji coba kekuatannya terhadap cuaca daerah Kp Cisameung Ds Rajamandala Kulon.



Kol. Inf Sulistiono (Dansektor 10) mengatakan pada 60menit.com “Kondisi tanah daerah ini umumnya bebatuan besar besar dan membutuhkan alat khusus untuk dapat benahi tanah tsb untuk pembuatan lobang tanaman, masih terbatasnya tempat pembuangan sampah, sehingga personel Sektor 10 membuat inovasi dengan membuat TPS sementara dengan alat seadanya” Ucapnya.


“Kondisi kemarau saat ini di Kp Cisameung Ds Rajamandala Kulon berakibat pada perawatan lubang tanaman plamboyan dan bambu hitam harus lebih ekstra perhatian. Hal ini untuk mencegah kerusakan unsur hara disetiap lubang yang akan ditanam, sedangkan yang terjadi selama kegiatan yaitu pada pagi di Sungai Citarum masih tercium bau limbah Sungai Citarum yang sangat menyengat seperti bau antara lumpur dan limbah kimia yang sangat menyengat dan bikin tidak betah ada disekitar sini, dan kadang bau berubah menjadi bau yang sangat amis. Hal ini sangat mengganggu kehidupan lingkungan masyarakat sekitarnya, keberadaan tanah yang digali untuk penanaman pohon plamboyan dan bambu hitam rata-rata tanah berkapur dan terdapat batu-batu besar” Pungkasnya. (Zhove)


Post a Comment