SELAMAT DATANG DI WEBSITE 60MENIT

Saturday, September 15, 2018

Busyet ... Mantan Jenderal Ini Sebut Ancaman Besar Telah Menanti Untuk Indonesia


Jenderal TNI (Purn) Djoko Santoso

JAKARTA, 60MENIT.COM - (15-09-2018)  ARTIKEL -Letak strategis Indonesia seringkali telah menyeret negeri ini terlibat dalam pusaran berbagai konflik. Konflik-konflik ini menuntut Indonesia untuk memiliki kekuatan militer yang tangguh sekaligus sebagai pencegahan dari gangguan negara asing, karena militer yang kuat sejatinya akan mampu memberikan efek gentar. Bila tidak begitu, negara kita nampaknya akan menjadi sasaran dan 'dihabisi' oleh negara lain.

Namun ancaman-ancaman serius tidak hanya berasal dari konflik militer saja. Perang ekonomi dan teknologi juga bisa menyebabkan kerusakan yang serius dan menghancurkan sebuah negara. Lihat saja Yunani, negara yang 'bangkrut' akibat ekonominya hancur. Dengan serangan macam ini, korban jiwa secara langsung memang tidak ada, namun penderitaan berkepanjangan akibat sulitnya ekonomi akan selalu menghimpit negara target.


http://www.tribunnews.com/nasional/2010/09/07/panglima-tni-tegaskan-kolonel-adjie-langgar-kode-etik
Negara-negara lainnya termasuk Indonesia sangat berpotensi mengalami hal serupa jika tidak hati-hati mengelola negaranya pada situasi global yang semrawut seperti saat ini. Hal tersebut nampaknya selaras dengan pernyataan yang dilontarkan oleh mantan Panglima TNI, Djoko Santoso dalam perayaan ulang tahunnya di Cipayung, Jakarta Timur, pada hari Sabtu (8/9/2018).

Djoko yang juga merupakan ketua tim sukses pasangan capres dan cawapres 2019, Prabowo-Sandi menyatakan bahwa perjuangan zaman now telah beralih dan bukan menggunakan senjata lagi, Menurut Djoko, ancaman berat yang sedang mengintai adalah ancaman non-militer. Meskipun begitu, dampaknya sangat besar dan tak main-main, yaitu mampu menghabisi Republik Indonesia menurut Djoko. Namun beliau nampaknya tidak merinci, ancaman bagaimanakah yang dimaksud.

Namun jika merujuk pada situasi yang tengah berkembang sekarang, bisa saja maksudnya memang merujuk pada ancaman ekonomi. Mengapa? karena nilai rupiah dan nilai mata uang lainnya saat ini sedang terpuruk jika dibandingkan dollar Amerika. Seorang ekonom AS, Stave Henke menyatakan bahwa Indonesia akan memiliki Rupiah yang sehat jika saja AS dan IMF tak berniat menggulingkan Soeharto 20 tahun yang lalu.

Dari pernyataan ekonom AS ini terbesit bahwa melemahnya nilai rupiah memang telah di 'set' oleh pihak asing yang mempunyai kekuasaan dan ekonomi raksasa. Indonesia tidak boleh begini lagi. Indonesia harus 'bangun' dan bangkit secepatnya dari keadaan terpuruk ini. Caranya, tentu saja dengan menjadi mandiri, dengan mengelola aset dan SDA nya sendiri.

Dengan begitu, kita tidak lagi terlalu bergantung pada ekspor untuk mempertahankan laju pertumbuhan ekonomi kita. Hal ini pada akhinya akan membuat negara kita sangat kuat dan membuat negara lain sulit 'mempermainkan' ekonomi kita yang jadi penopang hajat hidup rakyat, bagaimana pendapatmu?

Zhovena
Post a Comment