SELAMAT DATANG DI WEBSITE 60MENIT

Thursday, September 6, 2018

Sektor 22 - Implementasikan Sampah Jadikan Pupuk Organik


Peragaan Pembuatan Kompos Oleh Prof. Ir. H. Zulkarnain
(Penemu Metode Baru Ttg Kompos) 

BANDUNG, 60MENIT.COM - Rabu (05/09/2018) Komandan Sektor 22 Satgas Citarum Harum, Kolonel Inf Asep Rahman Taufik mengadakan Demo cara pembuatan pupuk organik dari bahan sampah domestik. Kegiatan ini dilakukan bersama Prof. Ir. H. Zulkarnain selaku penemu metode tersebut serta dengan disaksikan pula oleh Dedy Dharmawan selaku Sekertaris Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Bandung


Pada kesempatan ini Dansektor 22 Kolonel Asep menjelaskan," kegiatan ini berawal dari adanya telephone dari seseorang, yang bernama Zulkarnain. Menurut keterangannya, dirinya adalah pakar kimia lulusan ITB Tahun 1961. Saat ini beliau mempunyai hasil penemuan untuk mengatasi masalah sampah, yaitu  Adsorben dan Biolite. Saya ingin tahu, kemudian pak Profesor saya panggil ke posko untuk menjelaskan apa itu Biolite dan Adsorben. Ternyata bila ini dilakukan atau dilaksanakan, maka permasalahan sampah dan kotoran hewan yang ada di KBB dan Kota Bandung saya rasa akan dapat segera diatasi dan dengan waktu yang sesingkat singkatnya", ujarnya

Sampah Organik Bahan Kompos
Dansektor melanjutkan," kalau kita membuat kompos secara tradisional, maka kita memerlukan waktu  1 sampai dengan 2 bulan untuk membuatnya. Sementara kalau kita mengunakan Biolite dan Adsorben hanya dalam waktu maksimal 3 hari, kita akan mendapatkan kompos yang sudah siap digunakan. Disamping untuk media taman,  juga dapat digunakan untuk pengeringan kotoran sapi dan ini sangat efektif sekali, 


," dengan percampuran 1 banding 10 dan dalam tempo waktu maksimal 8 jam serta pada saat cuaca terang dan matahari bersinar bagus hasilnya bisa kering seperti keripik. Sehingga kotoran sapi itu tidak lagi terlihat mejijikan dan juga tidak rujit/berantakan. Dan dapat dikemas dengan produk kemasan bubuk organik, serta bisa digunakan lagi dengan mencampurkan Biolite pada saat mau digunakan kembali. Itu sepengetahuan saya, 

Hasil Pembuatan Kompos
," lalu apa yang akan saya lakukan setelah mendapatkan informasi ini, tentunya disamping hari ini praktek mengunakan Biolite untuk membuat pupuk organik kemarin saya juga mencoba mempraktekan dengan membuat pupuk organik dari Adsorben. Dengan metode pengeringan kotoran sapi, sekarang sudah jadi dan hari ini kita akan menuju Desa Gudang Kahuripan untuk melihat proses dan hasilnya setelah dilakukan pencampuran Adsorben ke media kotoran sapi. Dan saya telah mendapatkan laporan kalau hari ini sudah jadi dan maksimal keringnnya", pungkas Dansektor


Ditempat yang sama dalam kesempatan ini Dedy Dharmawan mengatakan," saya bersyukur saat ini mendapatkan ilmu baru lagi, untuk penyelesaian lingkungan hidup kita. Terutama pengolahan sampah organik hari ini saya melihat betul prosesnya, dimana kita bisa lebih peduli dan mempercepat  untuk bisa membuat pupuk yang berasal dari sampah. Ini sangat bermanfaat bagi kita, mudah-mudahan setelah hari ini kita akan coba diskusikan bagaimana cara memasifkan ini dilingkungan kota Bandung",jelasnya

Sementara menurut Prof. Ir. H. Zulkarnain Muin penemu metode tersebut mengatakan," saya sangat terketuk hati ketika membaca Perpres No.15 Tahun 2018 beberapa bulan lalu. Karena secara kreteg hati, saya merasa punya ilmu walau sedikit. Dan ini akan gunakan untuk dapat memberikan kontribusi kepada masalah Citarum Harum. Karena program ini sepengetahuan saya masalah yang ada itu dimulai dari sampah, disamping itu IPAL baik itu IPAL limbah orang/domestik maupun limbah industri",terangnya

Zulkarnain menambahkan," limbah industri ini sudah menjadi kerjaan saya 20 Tahun yang lalu, demikian juga dengan limbah Domestik dan diwilayah Jakarta sudah ada Contohnya. limbah Domestik ini kita pisah, namanya Black Watter yang terdiri dari tinja dan kencing di septic tank lalu kita masukan Biolite dalm waktu 6 sampai 12 jam telah menjadi pupuk organik yang siap untuk disemprotkan ke tanaman, salah satunya untuk halaman taman hotel-hotel", jelasnya lagi

Masih menurut Prof Zulkarnain tentang limbah industri menurutnya ini adalah limbah orang atau black water yang ada di septictank, salain itu ada juga grey water yaitu air cuci dan air mandi dan ini bisa di filter deterjennya seperti yang dikatanya lagi," grey water itu bisa disaring sehingga keluarnya sudah layak di pakai. Dan tadi sudah saya katakan kalau Black water sama Grey Watter kalau dia dipisahkan dia akan jadi manfaat, namun kalau dicampur memang tidak apa-apa tapi ada orang yang merasa jijik. Sebab apabila  dicampur akan terlihat basah dan tidak menarik, berbeda kalau dipisah  berbentuknya menjadi bubuk kering. Dan kami juga telah medapatkan ijin dan diakui oleh pemerintah", tegas Profesor Ir. Zulkarnain (T.PRO)
Post a Comment