Header Ads

Dansektor 22 - Manajement dan Karyawan Pabrik Tjimindi Subur Bersihkan Aliran Sungai Citopeng


Kol. Inf. Asep Rahman Taufik Ketika Berikan Pemaparan

BANDUNG, 60MENIT.COM - (5-10-2018) Pelaku industri nakal yang masih buang limbahnya ke sungai tanpa pengelolaan IPAL yang benar, sehingga merugikan masyarakat banyak karena merusak lingkungan hidup dan lenyapnya ekosistem akibat limbah yang mengandung zat kimia.

Aout Pool Pabrik
Sungai dengan air yang bersih dan lingkungan hidup yang hijau subur semua itu adalah sumber kehidupan manusia dari tahun ke tahun menghidupi manusia dengan syarat sehat yang bagus sehingga kelangsungan hidupnya bisa dijamin.

Dansektor 22
Setelah Sungai Citarum kotor dengan limbah B3, keruh dan bau mengandung zat kimia yang meracuni semua unsur kehidupan termasuk ekosistem dan lingkungan adalah tanda rusaknya tatanan moral manusia, pelaku industri yang membuang limbahnya ke sungai adalah termasuk Penjahat Lingkungan yang nyata, karena tanpa memperhitungkan kerugian berjuta manusia yang membutuhkan air sungai yang bersih dan lingkungan yang hijau subur tanpa kandungan zat kimia yang merugikan kehidupan.

Air Limbah di Aout Pool
Hal diatas disampaikan oleh Dansektor 22 Citarum Harum (Kol. Inf. Asep Rahman Taufik) dalam Apel pagi karya bakti pembersihan saluran sungai citopeng sebagai bentuk Sangsi Sosial kepada Pabrik Tjimindi Subur yang Pengelolaan IPAL nya masih dalam tahap perbaikan yang hampir beres beberapa porsen lagi, Jl.Cimindi Raya, Jumat (5-10-2018).

Asep Aceng
Lurah Cempaka Kec. Andir Kota Bandung (Asep Aceng) menyampaikan pada 60menit.com "Saya merasa terbantu dengan adanya Pasukan Siliwangi yang bertindak tegas menertibkan pabrik pembuang limbah hingga diberlakukannya sangsi sosial dengan karya bakti dengan ratusan karyawan dan manajemen pabriknya turun ke lapangan, hal ini sudah saya tegur beberapa kali namun mereka tidak menghiraukannya, ini merupakan contoh buat kami" Tegasnya.

Manajemen dan Karyawan Pabrik Tjimindi Subur - Kotor Sungai

"Kami akan lakukan giat yang sama dan sudah jadi Program di Kelurahan yaitu Jumat Bersih, maka dengan sangsi ini para pabrik harusnya patuh akan aturan yang berlaku jangankan buang limbah, buang sampahpun tidak boleh, maka saya apresiasi penuh buat Program Citarum Harum yang gencar menertibkan para penjahat lingkungan" Imbuh Lurah.

Aan (Manager Pabrik)
Aan (Manager Pabrik Tjimindi Subur) mengatakan, "Kami mendukung atas tindakan Pak Dansektor 22, maka sejak ditayangkannya surat teguran pada kami,  kamipun langsung bergerak memperbaiki IPAL, namun masih ada beberapa kendala dari Konsultan IPAL yang masih belum terpecahkan, kini perbaikan IPAL kami hanya 10% lagi mencari sempurna kalau kondisi Aout Pool airnya sudah sedikit bening, tapi masih dalam tahap penyempurnaan" Ucapnya.

"Kepada seluruh Pelaku Industri dimanapun adanya terutama dengan Tjimindi Subur jangan main main dengan Peraturan Presiden No 15 Th. 2018, karena ini menyangkut khalayak banyak, masyarakat sudah dirugikan dengan Rusaknya Ekosistem dan Hancurnya Lingkungan Hidup, maka mari siapapun orangnya kita Patuhi Aturan Pemerintah untuk memulihkan semua itu, supaya hidup kita bermanfaat" Pungkas Dansektor 22. (Zhove)
Post a Comment