Kolonel Inf Yusep Sudrajat Resmikan Mesin Pengolah Sampah Di Pesantren Al-Qur'an Al-Falah Nagreg

Header Menu

HARIAN 60 MENIT | BAROMETER JAWA BARAT
Cari Berita

Advertisement


Kolonel Inf Yusep Sudrajat Resmikan Mesin Pengolah Sampah Di Pesantren Al-Qur'an Al-Falah Nagreg

Senin, 15 April 2019
Loading...



BANDUNG, 60MENIT.COM - Minggu (14/04/2019) Hari ini Komandan Sektor 21 Satgas Citarum harum Kolonel Inf Yusep Sudrajat, untuk yang ke -3 kalinya mengunjungi Ponpes Al-Qur'an Al-Falah yang berlokasi di Jalan Nagreg KM. 38 Desa Nagreg Kecamatan Nagreg Kabupaten Bandung.

Adapun tujuan kedatangannya adalah untuk meresmikan pembangunan kawasan Tempat Olah Sampah Sementara Terpadu Mandiri (TOSS TM-RL) Ramah Lingkungan yang telah di kerjakan oleh PT. Megah Ganda Utama (MGU) di Pesantren tersebut


Dihadapan awak media yang hadir Dansektor 21 Kolonel Inf Yusep Sudrajat mengatakan," Kami Satgas Citarum harum sektor 21 hari ini melaksanakan peresmian Pembuatan mesin Incenerator di pesantren Al-Falah, adapun mesin Incenerator ini di gagas oleh Universitas Telekomunikasi (Tel-U). Waktu itu sekitar 1 bulan yang lalu ketemu saya dan ada informasi kalau pesantren Al-Falah yaitu ada Al-Falah 1 dan 2 yang mempunyai santri kurang lebih 3500 orang sedang ada masalah terkait penanganan sampah".

"Saya pikir kalau dengan santri sebanyak itu kalau bisa dikelola sampahnya di tempat dan sampah tidak keluar maka akan lebih bagus, lalu kami koordinasi dengan beberapa pihak ada yang dari penggagas Incenerator dan ada juga yang memberikan modal untuk pembangunan alat tersebut. Sehingga seperti yang terlihat, kita dapat tempatkan disini dan tidak lebih 1 bulan alat tersebut sudah bisa kita resmikan dan pergunakan", jelas Kolonel Yusep

Kol. Yusep bersama KH Cecep
Kemudian, lanjut Kolonel, saya ucapkan terima kasih ke semua pihak yang telah membantu dan hadir disini, terutama pak kyai yang sudah mau menerima kami Satgas Citarum ini. Kedepanya adalah untuk menjaga lingkungan, dimana lingkungan kita yang sudah dianggap tidak bagus kita kembalikan lagi. Tetep kita acuanya adalah Perpres No. 15 Tahun 2018, yaitu mengembalikan ekositem di DAS Citarum".

"Salah satu yang mencemari sungai adalah sampah, jadi ini adalah salah satu upaya agar sampah tidak lagi masuk ke sungai", kata Dansektor 21 ini

Sebetulnya sudah ada beberapa Incenerator yang di bangun di sektor lain, tambah kolonel, tapi itu inisiatifnya dari atas dari (Dikti) sehingga dana itu datangnya dari pemerintah. Nah, di alfalah ini berbeda, munculnya dari bawah dari warga yang peduli tentang lingkungan, sehingga  bisa terbeli atau bisa dibiayai pembuatan incenerator ini".


"Mudah-mudahan ini bisa menjadi contoh bagi yang lain, karena memang Jawa Barat ini perlu sekali adanya alat pengolah sampah yang ramah lingkungan. Kita tahu bahwa TPA yang ada (sarimukti) hanya dapat menampung 20% sampah yang ada tiap harinya, selebihnya beredar di lingkungan sementara 0, sekian %-nya ada penggiat sampah dan ini harus  kita perbaiki semua". tegas Dansektor 21 saat memberikan keterangan dihadapan awak media

Sementara itu KH. Cecep Abdulah Shahid M. Pd Selaku pengasuh ponpes Al-Falah 2 menyampaikan terima kasihnya kepada Dansektor 21 Kolonel Inf Yusep Sudrajat dan rombongan yang telah hadir

Peresmian Incenerator
"Saya ucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada rekan-rekan semua yang telah memberikan perhatian serta bantuannya terhadap pesantren ini, untuk pak Joko, pak H. Agus dari Tel-U, pak H, Nano penemu alat dan tak lupa Pak Yusep dan jajaran serta semua yang hadir dari PT. MGU dan para wartawan. Pihak pesantren merasa sangat senang sekali dan bahagia dengan adanya pembangunan kawasan pengolahan sampah ini, tentunya ini sangat membantu kami karena ini merupakan solusi dalam pemecahan masalah yang sangat krusial yang kita alami di pesantren ini", ucap pak Kyai Cecep

Namun saat ini, lanjut Kyai, kami sangat berbahagia. Berkat bantuan rekan rekan semua kami bisa mengolah sampah sendiri dan bukan membuang, di satu sisi hasil olahan tersebut nantinya  juga bisa menjadi pupuk yang juga bisa menjadi kontribusi dengan dijual hasil olahan tersebut. Disisi lain tentunya sesuai dengan moto yang ada pada santri itu sendiri, bahwa santri harus Sehat, Aman, Nyaman, Tertib, Rapi dan Indah. Ini yang menjadi moto Santri diantaranya. Dengan cara ini merupakan hal yang bisa memberikan pendefinisian terhadap kalimat itu sendiri, Sehat dan Aman dengan adanya pengolahan sampah ini".


"Sekali lagi saya ucapkan terima kasih kepada pak Kolonel Yusep dan rekan rekan semua. Mudah-mudahan ini bisa menyambung kedepan, terus mengikat tali Sillaturaahmi dengan pondok  pesantren ini dan senantiasa pak Yusep diberikan umur yang panjang sehat walafiat dan terus-menerus bisa berkontribusi di dalam melakukan kebaikan kebaikannya". pungkas Kyai Haji Cecep yang diakhiri dengan memberi Do'a untuk Kolonel Yusep yang diamini tamu yang hadir ( T,Pro)