Sosialisasi Program Citarum Harum Kembali Dilakukan Sektor 21, Guna Jalankan Amanat Perpres No.15 Tahun 2018

Header Menu

HARIAN 60 MENIT | BAROMETER JAWA BARAT
Cari Berita

Advertisement


Sosialisasi Program Citarum Harum Kembali Dilakukan Sektor 21, Guna Jalankan Amanat Perpres No.15 Tahun 2018

Kamis, 12 September 2019
Loading...

60menit.com - Para pelajar SMK PGRI 1 Cimahi sedang mendengarkan paparan Dansektor 21 Kolonel Inf Yusep Sudrajat terkait Program Citarum Harum
60MENIT.COM, Cimahi Utara - Kamis (12/09/2019) Sosialisasi yang di lakukan oleh Satgas sektor 21 yang berada di bawah Komando Kolonel Inf Yusep Sudrajat terkait Program Citarum Harum di Tahun 2019 kembali dilaksanakan.

Kali ini sosialisasi di lakukan di SMK PGRI 1 Cimahi, Kota Cimahi Utara. Sebagaimana biasanya, dalam melaksanakan sosialisasi terkait program Citarum harum tersebut, Dansektor 21 terlebih dahulu menerangkan tentang awal dari terbitnya Perpres No. 15 Tahun 2018 serta menjelaskan kendala yang ada dan upaya untuk menanggulanginya seperti yang di katakannya pada saat memberikan penjelasan kepada para awak media

60menit.com - Kolonel Inf Yusep Sudrajat Selaku Dansektor 21 Satgas Citarum saat mengadakan sosialisasi di SMK PGRI 1 Cimahi
"Kami sektor 21 sesuai program dari satgas, tiap bulannya melaksanakan sosialisasi 2 kali. Saat ini sosialisasi ke para pelajar, dan di waktu lain sosialisasi ke masyarakat. Seperti pada saat ini, kita kesekolah SMK PGRI 1 Cimahi, yang berlokasi di kecamatan Cimahi Utara Kota Cimahi, untuk mensosialisasikan Program Citarum Harum", kata Dansektor

Apa yang kita sampaikan tadi, lanjut Dansektor, seperti biasa menyampaikan dari mulai awalnya sungai Citarum viral, sehingga menjadi salah satu sungai terkotor di dunia, sampai masalah limbah, sampah rumah tangga, kotoran ternak dan manusia, lahan kritis dan adanya KJA di bendungan-bendungan serta sedimentasi dan rumah rumah liar yang ada di sepanjang bantaran Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum.

60menit.com - Dansektor 21 saat memberikan bahan kontak kepada jajaran SMK PGRI 1 Cimahi
"Semuanya saya jelaskan ke adik-adik pelajar ini. Karena memang Citarum bukan milik perorangan atau salah satu instansi, tapi milik kita semua dan harus dikeroyok rame rame pembersihannya. Semua pihak harus ikut aktip dan tidak bisa dengan waktu yang sebentar, perlu waktu yang lama. Perpres No. 15 Tahun 2018 mengamanatkan untuk kita satgas melaksanakan program selama 7 tahun. Mudah mudahan dalam 7 tahun ini kita optimis, kalau semua masyarakat bergerak apapun bidangnya, Insyaallah akan cepat kita mengatasi hal ini", terang Dansektor 21 Kolonel Yusep Sudrajat

Kolonel menambahkan, saya ucapkan terima kasih kepada pak Aam selaku wakil kepala sekolah, yang sudah menerima kami untuk melaksanakan sosialisasi di sini. Mudah mudahan implementasi anak anak disini bisa mengerjakan hal tersebut, minimal dari diri sendiri dulu dan lebih baiknya lagi di sekolah dan lingkungan di sekitarnya.

60menit.com
"Terkait do'a bersama yang barusan kita lakukan bersama sama, menurut saya beliau orang tua kita, beliau mantan presiden RI ke-3 Bpk B.J Habibi yang kemarin telah meninggalkan kita pada pukul 16.05 WIB. Kita berkabung dan berdoa bersama dengan adik-adik disini untuk mendoakan arwah beliau semoga diterima disisi Allah SWT. Dan kita harus bangga punya bapak bangsa yang begitu gigih memperjuangkan Demokrasi, sehingga beliau menjadi bapak Demokrasi yang memang kehidupannya untuk negaranya yaitu negara kita Indonesia", jelas Kolonel Yusep saat menjawab pertanyaan dari para wartawan

Sementara itu, Aam Jauhari Jatmika selaku wakil kepala sekolah SMK PGRI 1 Cimahi menyampaikan tanggapanya tentang kegiatan yang telah dilaksanakan oleh satgas Citarum di sekolahnya. Secara garis besar menurutnya sangat bagus sosialisasi yang dilakukan satgas Citarum, terutama untuk pihak sekolah maupun dari TNI itu sendiri guna menertibkan masalah masalah yang berhubungan dengan lingkungan.

60menit.com - Wakil kepala sekolah SMK PGRI 1 Cimahi (Aam Jauhari Jatmika) saat menyampaikan tanggapannya terkait kegiatan satgas Sektor 21 di sekolah yang di pimpinnya
"Hanya sayang, perlu ada di dalam kurikulum, karena saya bagian kurikulum. Pelajaran lingkungan hidup itu perlu dipertahankan, jadi pihak dinas pendidikan itu mencanangkan atau membiasakan atau menggarisbawahi bahwa pendidikan lingkungan hidup itu penting dan harus di ajarkan, itu isinya seperti saat ini sebagaimana yang tadi di jelaskan Dansektor 21 Bapak Kolonel Yusep ", ujar Aam Jauhari Jatmika menjelaskan kepada para awak media baik dari Online, Cetak maupun Televisi (T.Pro)