Ciptakan Lingkungan Bersih Mahasiswa Peserta KKN Unisba Kolaborasi Dengan Satgas Adakan GPS

Header Menu

HARIAN 60 MENIT | BAROMETER JAWA BARAT
Cari Berita

Advertisement


Ciptakan Lingkungan Bersih Mahasiswa Peserta KKN Unisba Kolaborasi Dengan Satgas Adakan GPS

Sabtu, 16 November 2019
Loading...


60menit.com - Satgas Sektor 21 Sub 13 bersama Mahasiswa UNISBA bersihkan lingkungan RW. 31 Kelurahan Melong
60MENIT.COM, Kota Cimahi - Sabtu (16/11/2019) Satgas Citarum harum sektor 21 Subsektor 13 Cimahi yang berada dibawah Komando Kolonel Inf Yusep Sudrajat dan para mahasiswa peserta KKN Tematik Citarum Harum 2019 dari Universitas Islam Bandung (UNISBA), kembali melaksanakan kegiatan secara bersama sama dalam rangka mempercepat pemulihan ekosistem di DAS Citarum di wilayah RW. 31 Kelurahan Melong Kecamatan Cimahi Selatan Kota Cimahi


60menit.com - Ilham salah satu mahasiswa Unisba saat berikan keterangan dan tunjukan ember yang akan dibagikan ke warga RW. 31
Kegiatan ini adalah lanjutan dari kegiatan sebelumnya yang telah dilaksanakan pada Sabtu lalu. Dimana para mahasiswa dari UNISBA tersebut, sebelumnya telah mengadakan pembukaan KKN Tematik Citarum harum yang ke-2. Hal ini seperti yang dikatakan Ilham Fajar, salah satu mahasiswa UNISBA Fakultas Teknik program Teknik Industri, yang juga selaku ketua umum Clean and Green saat menjelaskan kepada beberapa awak media yang hadir

"Kegiatan KKN hari ini di Sektor 21 adalah lanjutan dari kegiatan minggu kemarin, ini yang ke dua kalinya di RW. 31 Kelurahan Melong Kota Cimahi. Sebelum di sektor 21, tahun lalu kita juga pernah mendapatkan kesempatan untuk melaksanakan KKN Tematik Citarum Harum di sektor 1 Cisanti. Di Sektor 21, pertama dilaksanakan pada Sabtu kemarin, dan sekarang adalah lanjutanya", terang Ilham


60menit.com - Para mahasiswi sedang berikan pelatihan ke Ibu-ibu warga RW. 31
Kegiatan kali ini kita awali dengan gerakan pungut sampah (GPS), lanjut Ilham, acaranya berbarengan dengan pelatihan kepada warga cara mengolah sampah an-organik yang kita sebut TrashionTrashion adalah from trash to fashion (dari sampah ke mode) jadi bagaimana kita membuat sampah yang memang sudah dianggap tidak bernilai, kita tambahkan nilainya supaya sampah tersebut bisa di jual ataupun bisa di daur ulang dan digunakan kembali, itu yang dilakukan mahasiswi di kantor RW. Baru saja sebentar kita pungut sampah, tapi sampah yang kita dapatkan sudah cukup banyak, hal itu menandakan bahwa kesadaran masyarakat itu masih kurang. 

"Kita juga nanti akan membagikan ember sampah organik kepada warga, ini salah satu usaha kami agar memudahkan warga disini untuk memilah sampah organik dan an-organiknya. Kita tahu bahwa masalah yang terjadi itu adalah masalah pemilahan, dimana disetiap rumah masih menyatukan sampah organik dan an-organik. Teknis pembagianya kita akan langsung melaksanakan Door tu door kepada warga, mahasiswa nanti bersam tim akan membagikan ember ember tersebut dan meng edukasi apa saja yang sebetulanya bisa dibuang di ember ini", jelas Ilham sambil menunjukan ember yang akan dibagikan ke warga

Ilham menambahkan, kebetulan RW. 31 ini RW yang spesial karena di sini sudah ada TPS 3R, maka kita akan membagikan sekitar 25 ember yang sudah kami kasih tanda. Untuk variabel keberhasilanya, kita akan lihat ada  berapa ember yang nantinya tersetorkan kepada TPS 3 R ini. Sementara untuk kegiatan selanjutkan, kita juga rencananya akan melakukan penanaman pohon di wilayah sektor 21 ini", pungkasnya


60menit.com - Ketua RW.31 (Hadiyanto Abdurrahman)
Sementara Hadiyanto Abdurrahman, selaku ketua RW. 31 Kelurahan Melong mengatakan," Kami sangat bersyukur ada keterlibatan pihak kampus yang terjun ke masyarakat melalui media Citarum Harum. Kenapa saya bersyukur, pertama karena kampus tidak lagi menjadi menara gading yang hanya kemudian mengeluti ilmu, teori dan sebagainya. Mereka saat ini mencoba terjun langsung kemasyarakat, real apa yang terjadi masalah di masyarakat", ucap Hadiyanto

Kebetulan wilayah RW. 31 ini teraliri anak sungai Citarum, lanjut Hadiyanto, sehingga menjadi sangat penting dampaknya kepada masyarakat kami bahwa di daerah ini ternyata ada persoalan terutama masalah lingkungan, yaitu masalah aliran di sungai Citarum. Jadi itu keuntungan kami, bahwa ada interaksi antara dunia kampus dan masyarakat, karena ini yang kadang kadang jarang terjadi. KKN biasanya untuk hal hal tertentu itu adalah konten dari kampus masing masing. Tetapi sekarang sudah ada kolaborasi, ada program pemerintah yaitu Citarum harum, nah ini kemudian mengandeng kampus dan termasuk tentu didalamnya terlibat dalam kegiatan masyarakat. 


60menit.com
"Kegiatan KKN di RW. 31 ini kalau saya lihat dari Time line yang diberikan ini sudah pertemuan yang ke-2. Yang pertama ada sosialisasi tentang persoalan lingkungan yang saya tangkap kemarin itu sangat luar biasa, bahwa persoalan yang di hadapai oleh lingkungan terutama yang berkaitan dengan Citarum harum ini lebih kepada persoalan manusia, mindseat orang, prilaku buang sampah dan lain sebagainya. Ini sangat bagus sosialisasi kemarin yang diberikan oleh DR. Ir. Satori MT. IPU, salah satu Dosen Pembimbing. Dengan sosialisasi tersebut dapat memberikan satu kesadaran baru dimasyarakat, bahwa ternyata faktor manusia itu adalah faktor yang sangat Determinan, primer sekali untuk menyelesaikan persoalan Citarum harum ini. Berapapun biaya besar, kalau manusianya tidak siap dengan persoalan ini ya akan gagal proyek ini", Pungkas Hadiyanto Abdurrahim 

Sedangkan Serka Lilik Puji Widodo selaku perwakilan dari satgas Citarum harum Sektor 21 mengatakan bahwa sinergitas Satgas bersama KKN Tematik Citarum dari UNISBA dalam rangka merubah perilaku masyarakat terhadap sampah, sangat perlu dilaksanakan. Sampah bukan musuh, tapi sampah bisa dijadikan sahabat dengan cara diberdaya gunakan menjadi barang-barang yang bermanfaat


60menit.com - Satgas subsektor 13 Cimahi sedang bersihkan sampah
"Barusan kita juga telah melaksanakan gerakan pungut sampah (GPS) bersama adik-adik dari KKN UNISBA, agar lingkungan sekitar rumah bersih dari sampah. Hal ini merupakan upaya untuk menghindari pencemaran sungai Cikendal yang membelah Kota Cimahi dan Kota Bandung. Selain banjir, yang harus diantisipasi tentunya dengan merubah perilaku masyarakat untuk tidak membuang sampahnya ke sungai", pungkas Serka Lilik (T.Pro)