Disbudpar Kota Bandung Apresiasi Salametan Solokan Cirateun

Header Menu

HARIAN 60 MENIT | BAROMETER JAWA BARAT
Cari Berita

Advertisement


Disbudpar Kota Bandung Apresiasi Salametan Solokan Cirateun

Minggu, 17 November 2019
Loading...

60Menit.com - Rendra Karjawan, Kasi Pengembangan Produk Budaya dan Kesenian Bidang Produk Budaya dan Kesenian Disbudpar Kota Bandung, pada giat Salametan Solokan Cirateun, Minggu (17/11/2019)

60MENIT.COM, Bandung ☐ 
Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) mendukung Budaya Sunda (Daerah), termasuk Salametan Solokan Cirateun, Kelurahan Isola Kecamatan Sukasari Kota Bandung, Minggu (17/11/2019).

Disbudpar Kota Bandung diwakili oleh Kepala Seksi Bidang Pengembangan Produk Budaya dan Kesenian, mengapresiasi Salametan Solokan Cirateun Bertemakan "Pelestarian Sumber Daya Air Sebagai Sumber Kehidupan dan Kesederhanaan Juga Perekat Persaudaraan Warga Masyarakat Cirateun dan Sekitarnya".

Salamatan Solokan Cirateun, menurut sesepuh cirateun, Abah Haji Neneng, mengatakan, ini merupakan tradisi yang sudah berjalan sejak Puluhan Tahun kebelakang, kami berharap salametan ini perlu dipertahankan, selain memelihara hasil karya Mama Cirateun (Alm), yang telah berkarya membuat saluran terowongan Cadas Gantung yang airnya sudah bermanfaat buat masyarakat banyak.

60Menit.com - Aisan Perkakas Mama Cirateun (Alm) yang digunakan untuk membuat terowongan air Solokan Cirateun
Menurut Kepala Seksi Pengembangan Produk Budaya dan Kesenian Bidang Produk Budaya dan Kesenian Disbudpar Kota Bandung, Drs. Rendra Karjawan, M.Si., bahwa kebudayaan daerah harus tetap dilestarikan karena dianjurkan oleh pemerintah sesuai dengan UU No. 5 Tahun 2017, yaitu tentang pemajuan budaya merupakan penguat bangsa.

"Salametan Solokan Cirateun merupakan budaya sunda asli, hal ini perlu dipertahankan, sebagai upaya dari pelestarian pemajuan budaya sunda, mengusung pada penguatan karakter asli orang sunda yang patuh pada pemeliharaan lingkungan, sehingga akan berpotensi pada peningkatan objek wisata" ucap Rendra

60Menit.com - Masyarakat Cirateun Pada Salametan Solokan Cirateun, menghadirkan Ketuk Tilu, sebagai syarat baku dari Eyang Cirateun (Alm) 
Rendra juga mengharapkan penguatan budaya asli sunda bisa diperhatikan oleh pemerintah pusat utamanya penganggaran penuh pada pelaksanaan giat budaya, supaya masyarakat berkembang dalam penguatan budaya asli,

"Kalau bisa pelaksanaan pentas budaya hal semacam ini minimal 3 hari, supaya masyarakat yang melestarikan budayanya merasa terapresiasi dengan jelas, sehingga Budaya Sunda makin kuat" harapnya.

60Menit.com - Pelu Bayu Dc. (Dansub 07-22) Citarum Harum
Ditempat yang sama, Peltu Bayu Dc (Dansub 07-22) Citarum Harum menyetujuinya atas argumen yang dilontarkan oleh Abah Haji Neneng, Dia beralasan hal ini beririsan dengan program citarum harum, dirinya sebagai satgas citarum yang bertugas untuk mengembalikan ekosistem air.

"Saya sangat setuju dengan argumen Abah Neneng, hal ini akan menerapkan pada masyaraktnya untuk melestarikan kebersihan sungai, soalnya sungai disini tiap harinya dipakai kebutuhan rumah tangga, yaitu mandi dan mencuci" katanya.

Masyarakat Cirateun masih memiliki budaya kuat daerahnya, terbukti sampai saat ini masih melakukan upacara tradisi salametan solokan cirateun yang sudah dilaksanakan sudah puluhan tahun kebelakang, bahkan mengesankan pada jaman hinduisme yang masih memiliki kepercayaan sunda buhun atau sunda jaman doeloe.

Pelestarian budaya orang sunda hal yang harapkan para pihak di Kota Bandung, ini berhubungan pula dengan kebersihan sungai dan lingkungan, apabila dijaga dari kebersihan sungai maka masyarakat akan tentram dan ini akan mengangkat pada Budaya Daerah di Cirateun dan sekitarnya.

Pemeliharaan Solokan Cirateun dan warganya yang kuat mempertahankan budaya, ini bisa jadi motifasi pada masyarakat yang ada di Kota Bandung termasuk di wilayah lain yang berpotensi jadi sarana wisata dan penguatan budaya diwilayahnya

60Menit.com - Solokan Cirateun Dipakai Mandi Masyarakat dan Sekitarnya

Budaya masyarakat Cirateun yang kuat dengan pembersihan sungai dan lingkungan, merupakan tindakan yang tepat dalam pembangunan daerah dalam mewujudkan kebersihan, keindahan, kesehatan dan tata kelola sungai, maka sangat akomoditas dengan Pemerintah Kota Bandung pada bidang kesehatan lingkungan, utamanya keindahan sebagai modal dasar pemajuan objek wisata. 

Hadir pada acara ini, Ceu Popong Djundjunan, Camat Sukasari, Satgas Citarum Harum Sektor 22, Lurah Isola, Danramil & Kapolsek Sukasari, Tokoh Budaya Sunda, Kompepar Kota Bandung, masyarakat hingga ratusan orang

(Zho).