Kembali Pemkot Bandung Raih Penghargaan Innovation Award III-2019.

Header Menu

HARIAN 60 MENIT | BAROMETER JAWA BARAT
Cari Berita

Advertisement


Kembali Pemkot Bandung Raih Penghargaan Innovation Award III-2019.

Minggu, 10 November 2019
Loading...

60Menit.com - Walikota Bandung (Oded M. Danial) bersama Menteri Kesehatan (Menkes), Terawan Agus Putranto di ICE BSD City Hall, Kota Tangerang Selatan, Sabtu (9/11/2019)

60MENIT.COM, Bandung ☐ Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung kembali menambah koleksi penghargaan di level nasional. Kali ini, penghargaan bidang kesehatan dalam Indonesia Healthcare Forum (IndoHCF) Innovation Award III-2019.

Pemkot Bandung mendapatkan penghargaan Platinum Award dalam kategori Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT). Yaitu atas inovasi dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung yakni Bandung Emergency Service Quality Innovation (Besquit).

Penghargaan diberikan oleh Menteri Kesehatan (Menkes), Terawan Agus Putranto di ICE BSD City Hall, Kota Tangerang Selatan, Sabtu (9/11/2019). Menkes sangat berterima kasih atas inovasi serta setiap upaya maksimal seluruh pihak dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

"Terima kasih atas dedikasi dan prestasi saudara dalam pembangunan kesehatan di Indonesia untuk mewujudkan generasi sehat Indonesia unggul," kata Terawan.

Sementara itu, wali kota usai penyerahan penghargaan, menyatakan rasa sukurnya. "Alhamdulillah hari ini Kota Bandung mendapatkan penghargaan untuk inovasi di bidang kesehatan di IndoHCF award," kata Wali Kota Bandung, Oded M. Danial usai menerima penghargaan di ICE BSD City Hall, Kota Tangerang Selatan, Sabtu (9/11/2019).

Wali kota menyatakan, penghargaan ini tak membuat Pemkot Bandung berpuas diri. Justru menjadi pelecut agar terus bekerja keras lebih kreatif mengembangkan program yang lebih inovatif. Tak hanya di sektor kesehatan tetapi juga di bidang lainnya.

Ia mengatakan, kesehatan merupakan layanan dasar bagi masyarakat. Sehingga, pelayanan kesehatan ini tetap harus selalu ditingkatkan sekalipun telah meraih banyak penghargaan.

"Mudah mudahan apa yang sudah kita lakukan dengan sepeda ambulans dan tourism emergency menjadi spririt agar bisa bersama-sama menghasilkan berbagai inovasi. Sehingga pelayanan publik utamanya di bidang kesehatan bisa semakin baik," terangnya.

Sedikit mengulas perihal Besquit, Kepala Dinkes Kota Bandung, Rita Verita menerangkan, inovasi ini memiliki tiga program unggulan. Program pertama yaitu penyediaan aplikasi digital Bandung Emergency Application System (BEAS), yang memuat informasi tentang penanganan pertama dalam situasi darurat.

Program kedua dari inovasi Besquit berupa pemberian pelatihan pertolongan pertama bagi para pelaku jasa pariwisata. Program bernama Bandung Emergency Tourism System (BETS) ini dibuat guna memberikan pelayanan prima bagi wisatawan yang datang ke Kota Bandung.

"Melalui BETS ini, para pelaku pariwisata seperti pegawai hotel dan rumah makan kita berikan pelatihan. Jadi mereka sudah punya keahlian jika terjadi sesuatu hal kegawatdaruratan terhadap turis. Mereka bisa melakukan pertolongan pertama," ujar Rita.

Program ketiga dari inovasi Besquit adalah, Bandung Medical Bike (BMBI) berupa pelayanan emergensi dengan menggunakan sepeda. "Lalu kita mempunyai ambulans sepeda untuk patroli di kegiatan yang sulit dijangkau ambulans mobil dan motor, seperti culinary night atau CFD (Car Free Day) juga," jelasnya.

(Eka)