Epi Kustiawan Ajak Satgas Citarum, Merubah KBU Jadi Agrowisata dan Agrobisnis

Header Menu

HARIAN 60 MENIT | BAROMETER JAWA BARAT
Cari Berita

60Menit.co.id

Advertisement


Peluang Sukses

Hubungi kami di WA; 081382279979 (Bu KIKI) Peluang Sukses;https://www.60menit.com

Peluang Sukses

"BLOG_video_class" contentid="adcdde3adaa3a76e" height="266" id="BLOG_video-adcdde3adaa3a76e" width="320">

Epi Kustiawan Ajak Satgas Citarum, Merubah KBU Jadi Agrowisata dan Agrobisnis

Kamis, 16 Januari 2020
Loading...

60Menit.com - Kadishut Jabar (Epi Setiawan) bersama Dansektor 22 Citarum Harum (Kol. Inf. Asep Rahman Taufik) pada penanaman pohon di KBU Cimenyan melibatkan Mahasiswa/i UNIKOM, Kamis (16/01/2020)

60MENIT.COM, KBU Cimenyan ☐ Kepala Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Jabar, Epi Kustiawan bersama Satgas Sektor 22 Citarum Harum yang dipimpin oleh Kol. Inf. Asep Rahman Taufik hari ini menanam 450 pohon di Kawasan Bandung Utara (KBU) Mekarsaluyu Cimenyan, Kamis (16/01/2019)

Dishut Jabar kali ini mengajak Mahasiswa/i UNIKOM Bandung sebanyak 80 personil untuk merubah kawasan kritis KBU yang kian viral supaya menjadi lahan produktif dengan menanam pohon produktif bernilai ekonomi tinggi, yaitu Macademia (sebuah pohon tanaman keras, rindang berbuah Coklat Unggulan Dunia/tanaman coklat Ausralia) sebagai pelengkap KBU kawasan wisata.

Dikatakan Dishut Jabar kepada awak media di lokasi tanam, "Dalam penanganan DAS Citarum, Pesan Pak Gubernur disetiap rapat pimpinan, diharuskan perangkat daerah menyampaikan pesan program pariwisata di daerah masing-masing, ini merepleksi dari Kota Malang dan Kabupaten Batu" katanya.

KBU merupakan salahsatu kawasan wisata di Bandung Raya, upaya kuat dari Dishut Jabar untuk mengikis lahan kritis KBU menjadi lahan produktif ekonomi unggulan. Kian gebyar penanaman berbagai jenis pohon, supaya KBU bisa jadi ICON Jawa Barat dari kawasan wisata yang menghasilkan buah-buahan, dengan cara seperti ini revitalisasi hutannya ada juga makro ekonominya juga diraih sesuai dengan slogan Hutan Lestari Masyarakat Sejahtera.

Ir. Edi Kusnadi Saputra (Penyuluh Dishut) bersama Ketua Prodi Ilmu Pemerintahan Unikom (Dr. Nia Karniawati, S.IP., M.Si.,)
Upaya diatas tidak lepas dari bidang Penyuluhan Dishut kepada para penggarap tanah di KBU, yang terkesan tidak sepaham dengan program ini, bahkan beribu pohon yang telah ditanam tidak tumbuh karena sikap petani penggarap yang kontra.

"Kami selalu bersosialisasi menemui para petani penggarap, mengadakan penyuluhan, utamanya konsep Tumpang sari, bentuk pertanaman campuran (polyculture) berupa pelibatan dua jenis atau lebih tanaman pada satu areal lahan tanam dalam waktu yang bersamaan dapat diperluas dalam kelas usaha tani lain, dan ini tidak merugikan tanaman perntanian (Hortikultura) yang sudah ada, alhamdulillah mereka tersentuh hatinya, alhasil mereka saat ini menerima program kami," kata Ir. Edi Kusnadi (bidang penyuluhan Dishut Jabar) disela-sela giat tanam pohon.

Konsep pembangunan Pentahelix terus diterapkan, dimana unsur pemerintah, masyarakat atau komunitas, akademisi, pengusaha, dan media bersatu membangun kebersamaan dalam pembangunan, kini Dishut Jabar mengutamakan KBU dari lahan kritis menjadi pengembangan Agro Wisata dan Agro Bisnis.

Komandan Sektor 22 Citarum Harum, Kol. Inf. Asep Rahman Taufik, mengatakan, "Kami sudah menanam 35.000 pohon di KBU, sesuai dengan program Citarum Harum selain menangani limbah kimia dan sampah domestik. Ini harus melibatkan para pihak setelah pemerintahan, utamanya yang paling penting adalah merubah mindset masyarakat, diharapkan para mahasiswa bisa menyebarkan sosialisasi kepada masyarakat banyak dengan berbagai cara" jelasnya

60Menit.com
Hal senada disampaikan oleh Ketua Prodi Ilmu Pemerintahan Unikom, Dr. Nia Karniawati, S.IP., M.Si., yang berperan langsung dalam penanaman, "Bahwa partisipasi Unikom merupakan bentuk kegiatan PKM (pengabdian kepada masyarakat), yang ikut berpartisipasi merupakan Prodi Ilmu Pemerintahan, Prodi Sastra Inggris dan Prodi Sastra Jepang." singkatnya

Jenis pohon yang ditanam saat ini adalah, Macademia 400 phn dan Kidamar 50 phn.

(Zho)