Warga Toraja Utara Ini Tuntut Upah Kerjanya Belum Dibayar

Header Menu

HARIAN 60 MENIT | BAROMETER JAWA BARAT
Cari Berita

60Menit.co.id

Advertisement


Peluang Sukses

Hubungi kami di WA; 081382279979 (Bu KIKI) Peluang Sukses;https://www.60menit.com

Peluang Sukses

"BLOG_video_class" contentid="adcdde3adaa3a76e" height="266" id="BLOG_video-adcdde3adaa3a76e" width="320">

Warga Toraja Utara Ini Tuntut Upah Kerjanya Belum Dibayar

Sabtu, 25 Januari 2020
Loading...

60Menit.com - John Rumengan alias Rume (salahsatu korban kelalaian kontraktor)

60MENIT.COM, Makasar ☐ Rekanan atau kontraktor di Toraja Utara sering masih adanya kelalaian dalam membayar upah para pekerja. Tidak hanya lalai, bahkan ada yang dengan sengaja tidak ingin membayar upah tenaga kerja yang digunakan.

Begitu menerima pencairan dana proyek termin terakhir, yang bersangkutan langsung kabur. Ada yang keluar Toraja, ada juga yang masih di Toraja. Para pekerja yang jadi korbannyapun hanya mengeluh dan curhat.

Salah satu dari korban itu bernama John Rumengan alias Rume'. Saking tidak tahan penyiksaan yang dialami karena sudah berlangsung lama, warga Toraja Utara asal Dende Piongan Napo ini mengungkapkan keluh kesahnya.

Menurut penuturan sosok pria ganteng ini, dirinya sudah sering menghubungi pihak-pihak yang bertanggungjawab dengan masalah upahnya tersebut, tapi tidak digubris sampai sekarang.

"Saya hubungi Robert, Tian, Gusti bahkan ada lagi yang namanya Tomy. Tian janji bayar Desember lalu, tapi sampai hari ini tidak ada realisasi. Jujur saya juga bekerja itu pakai modal karena ada beberapa tenaga yang saya pakai. Modal itu pun ada karena saya ambil pinjaman. Terus sekarang saya belum dibayar bagaimana saya mau kembalikan pinjaman itu.  Tolonglah ini dimengerti," ujar Rume' kepada awak media ini, via ponsel, Sabtu siang (25/1).

Untuk diketahui, Tian yang dikenal orang dekat Bupati Torut Kala'tiku Paembonan dengan sebutan 'Sangmane' ini bernama lengkap Christian Randebua' (Romano) Palilu, Buronan (DPO) Kasus Korupsi Kejaksaan Negeri Biak Numfor Papua sampai sekarang.

Rume' menambahkan, total upahnya yang belum dibayarkan berkisar 100 juta lebih. Nilai sebanyak itu bersumber dari dua pekerjaan proyek tahun anggaran 2018. Keduanya adalah Proyek Peningkatan Jalan Seko-Pitung Penanian senilai Rp4.412.638.076,39 yang dikerja PT. Citra Putera La Terang dan Proyek Peningkatan DI Patandi Lembang Piongan Kecamatan Denpina yang dikerja CV. Citra Muda Lestari senilai Rp1.308.790.432,93.

Kedua paket pekerjaan inipun hingga berita ini tayang, diduga bermasalah. Yang pertama, proyek jalan Seko-Pitung Penanian, baru 2018 dikerja dilaporkan warga setempat terindikasi mengalami kerusakan. Sedang proyek irigasi Patandi konon sampai sekarang belum rampung dan perusahaan yang mengerjakan dilaporkan putus kontrak.

Atas masalah yang dihadapi Rume' ini, pihaknya, kata dia, akan melaporkan hal tersebut kepada pihak berwajib untuk diselesaikan. "Saya akan laporkan ini segera setelah Polres Toraja Utara resmi membuka penerimaan laporan. Saya mau laporkan ke polres langsung," tegas Rume' seraya menyampaikan dirinya sudah cukup bersabar selama ini. 

(Anto)