-->

Header Menu

HARIAN 60 MENIT | BAROMETER JAWA BARAT
Cari Berita

60Menit.co.id

Advertisement


Pertahankan Pertumbuhan Ekonomi, Kemenko Maritim Lantik Eselon II

60menit.com
Kamis, 02 Juli 2020
Loading...

Kemenko Maritim Lantik Eselon II, Pelantikan Eselon II Kemenko Perekonomian: Pertahankan Pertumbuhan Ekonomi dengan Jaga Koordinasi
60menit.com - Kemenko Maritim Lantik Eselon II, Jakarta (2-07-2020).

Pelantikan Eselon II Kemenko Perekonomian: Pertahankan Pertumbuhan Ekonomi dengan Jaga Koordinasi.

Berita Ekonomi - Zhovena (Pers Conference) - Nasional

60MENIT.COM, Jakarta | Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto melantik 28 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon II) di lingkungan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Pelantikan kali ini pun dilaksanakan dengan tatanan baru “new normal” seperti halnya pelantikan 13 Pejabat Pimpinan Tinggi Madya (Eselon I) pada 15 Mei lalu.

Menko Airlangga menjelaskan, latar belakang dari Pelantikan Eselon I dan II tersebut adalah karena ada perubahan organisasi dan nomenklatur berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 37 Tahun 2020 tentang Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

Ditambah dengan dikeluarkannya Susunan Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian yang baru, yaitu Peraturan Menteri Koordinator (Permenko) Nomor 9 Tahun 2020 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

Hal itu akan berdampak pada lingkup kerja koordinasi dengan K/L terkait dan penyesuaian anggaran. Jadi, para Pejabat Eselon II yang melaksanakan penugasan baru harus cepat beradaptasi, dan mereka yang tetap pada posisinya ataupun berubah nomenklatur agar meningkatkan kinerjanya.

“Kami meminta para Pejabat Eselon I dan II Kemenko Perekonomian tak hanya melakukan tugas rutin, tapi (dikarenakan) Presiden meminta hal yang extraordinary, karena situasi ini membutuhkan langkah-langkah yang tidak normal dan perlu me-reset kembali organisasi. Kita harus menjaga amanah dari 267 juta penduduk Indonesia, sehingga kita harus melakukan cara berbeda. Presiden juga mendorong agar belanja K/L ditingkatkan,” tuturnya dalam acara pelantikan di Gedung Ali Wardhana Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (2/7).

Menko Perekonomian juga berharap supaya semua Pejabat Kemenko Perekonomian dapat mempunyai sense of crisis yang sama sehingga dapat saling mendukung dan mengisi antar sektor. “Hal ini akan menciptakan kerja sama yang solid untuk bersama-sama menjaga perekonomian nasional, tanpa meninggalkan sektor-sektor tertentu,” ujarnya.

Pejabat Kemenko Perekonomian diharapkan juga mampu harus problem solver dan innovator yang bisa bekerja mandiri maupun di dalam tim untuk menciptakan terobosan kebijakan yang dibutuhkan untuk menaikkan pertumbuhan ekonomi.

Kemudian, Menko Airlangga mengungkapkan 6 (enam) program strategis yang harus diemban Kemenko Perekonomian, yaitu: (1) Pemulihan ekonomi nasional, (2) Menjaga ketersediaan dan keterjangkauan harga bahan pangan (termasuk untuk ketersediaan lahan/food estate), (3) Menjaga dan meningkatkan kinerja industri dan perdagangan (salah satunya mengurangi hambatan perdagangan bilateral), (4) Meningkatkan efisiensi dan kinerja BUMN, (4) Memperkuat ekonomi bagi UMKM (antara lain dengan subsidi bunga KUR), dan (5) Mengawal pembahasan RUU Cipta Kerja.

Supaya program-program strategis itu dapat diimplementasikan dengan baik, maka jajaran Kemenko Perekonomian harus menerapkan kebijakan dan program secara cepat dan tepat sehingga pertumbuhan ekonomi bisa rebound, kemudian peningkatan pengangguran dan kemiskinan bisa ditahan.

“Selamat bertugas dan bekerja bagi pejabat yang baru dilantik. Perekonomian Indonesia diharapkan bisa segera di-reboot/restart. Tentu semangatnya sama, untuk memulai dari minus menjadi nol itu harus dilakukan reboot/restart. Sampai akhir tahun ini, kita harus menjaga pertumbuhan ekonomi di kisaran 0,5%-2%. Kuncinya ada di koordinasi, sinkronisasi dan bottlenecking dari semua regulasi yang ada,” tutup Menko Airlangga.

Maka, berdasarkan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Kepmenko) Nomor 240 Tahun 2020, tanggal 1 Juli 2020, tentang Pengangkatan dalam Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama di Lingkungan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, ke-28 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon II) yang baru dilantik.

Berikut rincian pelantikan:
Kepala Biro Perencanaan, Andie Megantara.
Kepala Biro Hukum dan Organisasi, I Ktut Hadi Priatna.
Kepala Biro Umum, Hari Kristijo
Inspektur, Mirza Sofjanhadi Mashudi.
Asisten Deputi Fiskal, Gunawan Pribadi.
Asisten Deputi Moneter dan Sektor Eksternal, Ferry Irawan.
Asisten Deputi Pasar Modal dan Lembaga Keuangan, Gede Edy Prasetya.
Asisten Deputi Pengembangan Agribisnis Hortikultura, R.R. Yuli Sri Wilanti.
Asisten Deputi Pengembangan Agribisnis Perkebunan, Moch. Edy Yusuf.
Asisten Deputi Prasarana dan Sarana Pangan dan Agribisnis, Ignatia Maria Honggowati.
Asisten Deputi Minyak dan Gas, Pertambangan, dan Petrokimia, Andi Novianto.
Asisten Deputi Agro, Farmasi, dan Pariwisata, Dida Gardera.
Asisten Deputi Utilitas dan Industri Manufaktur, Sunandar.
Asisten Deputi Niaga dan Transportasi, A Bastian Halim.
Asisten Deputi Pengembangan Ekonomi Digital, Rizal Edwin.
Asisten Deputi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Kewirausahaan, Chairul Saleh.
Asisten Deputi Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, Iwan Faidi.
Asisten Deputi Peningkatan Produktivitas Tenaga Kerja, Yulius
Asisten Deputi Peningkatan Daya Saing Ekonomi, Ichsan Zulkarnaen
Asisten Deputi Pengembangan Logistik Nasional, Erwin Raza
Asisten Deputi Pengembangan Industri, Atong Soekirman.
Asisten Deputi Perencanaan Pengembangan Kawasan Strategis Ekonomi, Tulus Hutagalung 
Asisten Deputi Penataan Ruang dan Pertanahan, Dodi Slamet Riyadi.
Asisten Deputi Percepatan dan Pemanfaatan Pembangunan, Bastary Pandji Indra.
Asisten Deputi Kerja Sama Ekonomi Asia, Bobby Chriss Siagian.
Asisten Deputi Kerja Sama Ekonomi Eropa, Afrika dan Timur Tengah, Fajar Wirawan Harijo.
Asisten Deputi Kerja Sama Ekonomi Amerika dan Pasifik, Irwan Sinaga.
Asisten Deputi Kerja Sama Ekonomi Regional dan Sub Regional, Netty Muharni.

(Humas.rep/iqb)