-->

Header Menu

HARIAN 60 MENIT | BAROMETER JAWA BARAT
Cari Berita

60Menit.co.id

Advertisement


Terpicu Timor Leste, Australia Berencana Kerahkan F-111 untuk Bom Jakarta

60menit.com
Rabu, 19 Agustus 2020
Loading...

60menit.com -  Apel Kesigapan TNI AL yang terus melakukan patroli di wilayah perbatasan. 

Sokong Kemerdekaan Timor Timur, Australia sampai Kerahkan F-111 untuk Bom Jakarta, Interfetnya Jiper Dibayangi Kapal Selam TNI AL 

60MENIT.COM | Indonesia dan Australia, memiliki hubungan diplomatik yang naik turun hingga sekarang. 

Terlebih saat ini Australia diketahui sebagai negara yang digunakan oleh buron Veronica Koman untuk berlindung. 

Bukan hanya itu, di masa lalu hubungan Australia dan Indonesia juga memanas karena konflik Timor Timur (sekarang Timor Leste). 

Bahkan dalam suatu keadaan, Australia menggemakan niatnya untuk menggempur Ibu Kota Indonesia. 

Hal ini dikarenakan karena Australia merasa terancam dengan pergerakan TNI AL. 

Pada saat itu, kehadiran Alutsista TNI di wilayah perbatasan menggambarkan betapa kuatnya militer Indonesia. 

Salah satunya yang cukup mengganggu Australia adalah kapal selam TNI AL yang terus melakukan patroli di wilayah perbatasan. 

Hal itu menyebabkan desas-desus penyerangan oleh Australia ke Ibu Kota Indonesia. 

Pekara ini dimulai dari mendaratnya pasukan PBB pimpinan Australia dan Selandia Baru di Bumi Lorosae atau Timor Leste. 

Takut adanya ancaman berbahaya saat mendaratkan interfect di Timor Timur, Australia melakukan persiapan mengamankan pendaratan dengan tekanan politis juga militer. 

Salah satunya adalah melancarkan serangan ke ibukota Jakarta, pada September 1999. 

Menurut The Telegraph dikutip dari Pos Kupang, kejadian ini diungkapkan oleh analis pertahanan Selandia Baru David Dickens, dari direktur Pusat Studi Stategi di Universitas Victoria, Wellington. 

Unsur serangan ke Jakarta itu direncanakan bakal dilakukan menggunakan pesawat tempur pembom F-111 Aadvark milik RAAF. 

Dickens juga mengatakan, kapal perang RAN Australia sudah disiagakan untuk bertempur dengan TNI AL. 

Semua kesatuan Australia sudah melakukan siaga penuh, demi melancarkan pendaratan interfet di Timor Timur. 

Akan tetapi, mengapa Australia sampai hati ingin menggempur Jakarta? 

Dickens mengungkapkan bahwa semuanya karena ulah kapal selam TNI AL, yang dianggap melakukan patroli secara agresif dan mengancam pendaratan interfet Australia. 

Australia dikabarkan sangat ketakutan dengan ancaman kapal selam milik TNI AL tersebut. 

Pasalnya, kapal selam TNI AL digambarkan bisa sewaktu-waktu mentorpedo kapal perang negara manapun yang hendak masuk ke wilayah perairan Indonesia. 

"Taktik (ancaman pendaratan) itu menimbulkan pertanyaan tentang niatan militer Indonesia," katanya. 

"Beberapa kapal perang interfet (Australia) juga dibayangi kapal selam TNI AL, saat mendekat ke Timor Timur," ungkapnya. 

Untuk serangan ke Jakarta, Dickens mengungkapkan perwira militer Australia mengatakan F-111 disiagakan untuk melumpuhkan instalasi komunikasi militer di sana. 

Bahkan, Australia sudah melakukan kesiapsiagaan tinggi selama sepuluh hari pertama dalam operasi pendaratan interfet di Timor Timur. 

"Pemboman yang dilakukan F-111 adalah bagian dari keseluruhan pengerakan pertahanan Australia, pasukan mereka dalam kesiapsiagaan tinggi, karena serangan besar akan mendapat respon besar," katanya. 

Dickens mengungkapkan perkataan Adiral Peter McHaffie, Kepala Staf AL Selandia Baru, bahwa Fregat Caterbury mendeteksi kapal selam yang tidak teridentifikasi, ketika pasukan interfet menyeberang menuju kota Suai, Timor Timur. 

Bahkan kapal itu bisa menghilang dari pantauan dan menyebabkan pesawat pemburu serta kapal perang interfet kesulitan untuk melacaknya. 

Ketegangan memuncak ketika referendum memutuskan Timor Timur memilih melepaskan diri dari Indonesia, hingga terjadi kerusuhan pro-Indonesia di Bumi Lorosae. 

Kapal selam Indonesia itu pun semakin aktif melakukan patroli, yang mengganggu kapal perang interfet Australia. 

Kekhawatiran lain yakni, bisa saja kapal selam itu digunakan mengiringi pasukan khusus untuk menenggelamkan salah satu kapal interfet ketika tiba di Pelabuhan Dili.

(*)

Info: Berita ini pernah tayang dibeberapa media lain