-->

Header Menu

HARIAN 60 MENIT | BAROMETER JAWA BARAT
Cari Berita

60Menit.co.id

Advertisement


Ketua YAPITO Nilai Pemberian Bantuan PIP Jalur Aspirasi Di Torut Politis

60menit.com
Rabu, 07 Oktober 2020
Loading...

60menit.com|* Drs. Rony Rumengan bersama Kombes Pol. Adarma Sinaga (Dansat Brimob Polda Sultra) 

60MENIT.COM, Toraja Utara | Bantuan PIP (Program Indonesia Pintar) Jalur Aspirasi yang diserahkan secara simbolis Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Eva Stevany Rataba, di Aula RM Ayam Penyet Ria, Rantepao, 10 September 2020 lalu, mendapat sorotan dari Ketua YAPITO (Yayasan Peduli Tondok Toraya) Drs. Rony Rumengan. 


Pasalnya, pemberian bantuan beasiswa kepada para murid dan siswa di Toraja Utara itu, dapat dianggap bermuatan politis karena dilakukan pada momen kampanye saat ini. "Jujur saja, ada konflik kepentingan karena salah satu paslon terkait dengan ibu Eva. Saya kira ini bukan rahasia lagi," ujar Rony Rumengan, kepada Airterkini.com, via handphone, Rabu (7/10).


Meski jauh dari Kendari, Sultra, Rony mengaku, tetap memonitor penyaluran bantuan PIP tersebut. "Yang tidak dapat beasiswa adalah SD Kristen Malango' Tagari, satu pun muridnya tidak ada yang dapat. Padahal sekolah tersebut dihuni rata-rata anak panti asuhan. Sementara SD Kristen 5 Rantepao dapat. SD Madrasah juga tidak dapat sama sekali," sebutnya.


Menurut Rony yang juga jurnalis senior ini, banyak dari orang tua murid atau siswa  komplain. Ironisnya, dari pantauan di lapangan, banyak murid atau siswa yang orang tuanya PNS juga mendapatkan beasiswa tersebut. Kata mereka, sebenarnya mereka tidak pantas mendapatkan itu karena orang tuanya PNS. "Tapi kami tidak tahu dikasih, ya terima kasih," tutur mereka.


Seorang dari Guru SD Kristen Malango' Tagari yang enggan disebut namanya, membenarkan satu pun muridnya tidak dapat beasiswa itu. "Padahal di SD kami rata-rata anak panti asuhan," ucapnya. Guru lain dari SDN 1 Rantepao menuturkan lain. Konon, pernah ada tim ke sekolah tersebut mengatasnamakan oknum Dewan pusat sebagai yang mengurus beasiswa PIP itu. 


"Walaupun itu dari pusat tapi kan usulan dari daerah. Saya curiganya anak-anak panti asuhan tidak dapat karena tidak ada orang tuanya yang mau mencoblos. Ini musim kampanye. Tidak patut dilakukan oleh penyelenggara negara hal begini. Bahasanya yang bagus bilang kami dari Komisi X DPR RI sesuai kepentingan bersama ada pembagian beasiswa, jangan Eva saja," tandas Rony.


PIP, tambahnya, dibiayai dari uang negara yang asalnya dari masyarakat sendiri. "Saya terima kasih mereka berjuang untuk negeri ini, tapi jangan disalahgunakan dan tidak tepat sasaran. Ada apa di balik itu, apakah karena sang suami mencalonkan diri atau bagaimana karena ini memang momen kampanye. Kita serahkan ke masyarakat yang menilai," ketus Rony.

 (anto)