-->

Header Menu

HARIAN 60 MENIT | BAROMETER JAWA BARAT
Cari Berita

60Menit.co.id

Advertisement


Kolonel Eppy Gustiawan, Mitigasi Restorasi Sungai Cipamokolan Untuk Perkembangan Budaya Masyarakat

60menit.com
Kamis, 12 November 2020
Loading...

60menit.com | Kol. Inf. Eppy Gustiawan, S.I.P., (Dansektor 22 Citarum Harum).


60MENIT.com, Bandung | Karya bakti terpadu pemeliharaan dan penertiban Sungai Cipamokolan dari hulu ke hilir yang diprakarsai oleh Satgas Citarum Harum sektor 22, di hari ke 9 dari target 10 hari sudah menuai hasil 80%. Yang dipimpin langasung oleh Dansektor 22, Kol. Inf. Eppy Gustiawan, S.I.P., Kamis (12/11/2020).


Diutarakan oleh Korlap 6 dan 7 (Peltu Ihwan), saat ini mengerjakan pembersihan rumput (gulma) dan pengerukan sedimen di wilayah Kelurahan Cipamokolan Kecamatan Rancasari, turut terlibat pasukan Gober se Kecamatan Rancasari, Satpol PP, DLHK dikoordinir oleh Satgas Sektor 22 Citarum Harum.


Peltu Ihwan (Korlap 6 dan 7) Sungai Cipamokolan wilayah Kec. Rancasari, Kamis (12/11). 

Koordinator Lapangan 5 wilayah Kelurahan Cisaranten Endah (Serka Rudi Irawan) berbatas dari Antapani Tengah hingga Jl. Sukarno Hatta sepanjang sungai 3,3 km, sudah mencapai 80% dari jenis pekerjaan pengerukan sedimentasi, pembersihan sampah dan gulma bahkan pembongkaran bangunan liar.


Adanya karya bakti terpadu yang di prakarsai Dansektor 22 Citarum Harum merupakan upaya mitigasi dan restorasi Sungai Cipamokolan, bahwa kebelakang sering terjadi banjir dan kotornya air sungai yang berdampak di wilayah hilir Sungai Cipamokolan perbatasan Kelurahan Cipamokolan dan Derwati Kecamatan Rancasari. 


Korlap 5 (Serka Rudi Irawan) Wilayah Sungai Cipamokolan Kel. Cisaranten Endah, Kamis (12/11).

Menurut Dansektor 22 Citarum Harum, tindakan diadakannya karya bakti terpadu yang melibatkan beberapa dinas terkait dan aparat kewilayahan, adalah merupakan upaya mitigasi dan restorasi Sungai Cipamokolan sekaligus menegakan Perpres No 15 Th 2018.


Yaitu Pencegahan Pencemaran Daerah Aliran Sungai (DAS) atau kerusakannya, adalah kegiatan perencanaan terpadu dan menyeluruh dalam pola pencegahan pencemaran dan perusakan DAS melalui aktifitas fisik, non-fisik maupun melalui penyeimbangan hulu dan hilir sungai.  


"Penanggulangan pencemaran dan kerusakan sungai perlu diambil langkah-langkah percepatan dan strategis secara terpadu untuk pengendalian dan penegakan hukum, yang mengintegrasikan kewenangan antar lembaga pemerintah dan pemangku kepentingan terkait guna pemulihan daerah aliran sungai," tegas Dansektor 22.


Pada pelaksanaannya, Dansektor 22 mengerahkan pasukan pada pembersihan gulma, sampah, pengerukan sedimentasi dan pembongkaran beberapa bangunan liar, diantaranya di Kelurahan Antapani Wetan, Antapani Tengah dan Cisaranten Endah dengan melibatkan aparat kewilayahan dan dinas terkait. 


Pembongkaran Banli, secara mandiri atas kesadaran pemilik.

"Pembongkaran beberapa Bangli sudah ada kesepakatan antara pemilik dan diketahui oleh Aparat Kewilayahan, pelaksanaannya yaitu dilakukan secara mandiri oleh pemilik, ada juga bangunan permanen dibongkar oleh tim karya bakti menggunakan alat berat Becho," imbuh Dansektor. 


Terjadinya pencemaran dan kerusakan lingkungan yang mengakibatkan kerugian besar terhadap kesehatan, ekonomi, sosial, ekosistem, sumber daya lingkungan, dan mengancam tercapainya tujuan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.


"Kedepannya saya harapkan lingkungan sungai yang ada, bisa dijadikan manfaat ketahanan pangan bagi warga, sehingga bisa meningkatkan perekonomian, kesehatan dan budaya yang baik terintegrasi, supaya bisa menciptakan generasi yang cerdas, sehat bebas stunting," tutup Danssktor 22.


(zho)