-->

Header Menu

HARIAN 60 MENIT | BAROMETER JAWA BARAT
Cari Berita

60Menit.co.id

Advertisement


Empat Dari Enam Tersangka Penipuan Diamankan Polisi, Dua Masih Buron

60menit.com
Senin, 21 Desember 2020
Loading...

60menit.com | Empat Dari Enam Tersangka Penipuan Diamankan Polisi, Dua Masih Buron.

60MENIT.com, Soreang | Satreskrim Polresta Bandung berhasil mengungkap dan mengamankan empat dari enam tersangka kasus pencurian disertai kekerasan (curas) dengan modus sebagai penjual barang yang berkenalan via medsos dan penggandaan uang serta penipuan berkedok pinjaman koperasi. 


Kapolresta Bandung Kombes Pol Hendra Kurniawan mengatakan, kejadian tersebut terjadi pada bulan Oktober 2020 dan Desember 2020 di 8 TKP diantaranya wilayah Nagreg dan Cileunyi Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Dimana para tersangka melakukan aksinya melalui media sosial Facebook. 


"Jadi salah satu tersangka Galuh yang kini DPO berperan mencari target atau korban dengan cara memposting barang fiktif yang akan dijualnya melalui Facebook," Katanya saat menggelar Konferensi Pers di Mapolresta Bandung, Soreang. Senin, (21/12/2020). 


Setelah mendapat target atau korban, tersangka Galuh memberikan pekerjaan tersebut kepada tersangka Y yang bertugas sebagai eksekusi terhadap korban dilokasi yang telah diatur oleh tersangka.


"Dari ke enam tersangka ini, mereka memiliki peran yang berbeda-beda dan ada juga yang mengaku sebagai anggota polisi," Ujarnya.


Tidak hanya disitu, para tersangka juga melakukan aksinya dengan modus penipuan penggandaan uang dan pinjaman uang (koperasi). Adapun keseluruhan total hasil kejahatan yang diperoleh oleh para Tersangka Senilai Rp 759.000.000.


Mendapat laporan dan keterangan dari Edi Sapitri dan Siti Solihah (korban). Satreskrim Polresta Bandung berhasil menangkap empat tersangka pada 16 Desember 2020, yakni Y, E, K serta A. Sedangkan Galuh dan Iki masih dalam pencarian orang (DPO). 


Terungkapnya kasus tersebut, Polisi berhasil mengamankan barang bukti milik tersangka dan beberapa barang hasil kejahatannya. Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 365 ayat 2 Huruf (b) KUHPidana, hukuman maksimal 12 tahun penjara. (***)