-->

Header Menu

HARIAN 60 MENIT | BAROMETER JAWA BARAT
Cari Berita

60Menit.co.id

Advertisement


Kabid Humas Polda Jabar : Polisi Bagikan Bansos 100 Sembako Kepada Warga Kurang Mampu Dimasa PPKM

Rabu, 06 Oktober 2021
Loading...

60MENIT.COM, Sukabumi - Kepolisian Resor Sukabumi Polda Jabar  membagikan 100 paket sembako kepada warga kurang mampu dan terdampak pandemi Coronavirus Disease 2019 (COVID-19), untuk membantu meringankan beban mereka, Rabu (6/10/2021).
 
Menurut Kapolres Sukabumi Polda Jabar  AKBP Dedy Darmawansyah, pembagian sembako ini selain untuk membantu mereka yang terdampak pandemi COVID-19, juga diharapkan agar warga bisa mengurangi ke luar rumah.
 
Setiap paket sembako yang dibagikan oleh Kapolres Sukabumi Polda Jabar dan jajarannya berisikan beras, minyak goreng, gula pasir, teh, dan ikan dalam kemasan kaleng.
 
"Semoga paket sembako ini dapat bermanfaat bagi warga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari selama pandemi COVID-19, semoga wabah ini cepat berlalu," kata Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Erdi A. Chaniago S.I.K.,M.Si.
 
Dalam penyerahan sembako, Kapolres  berpesan kepada masyarakat agar tetap semangat dalam menghadapi pandemi virus Corona, tidak perlu merasa cemas karena kecemasan justru bisa menurunkan daya tahan tubuh, sementara jika daya tahan tubuh lemah, maka akan mudah terserang penyakit.
 
Ia juga mengajak warga harus selalu menaati anjuran pemerintah, yakni dengan mengurangi aktivitas di luar rumah untuk memutus rantai penyebaran virus corona dan sering mencuci tangan menggunakan sabun setelah memagang sesuatu.
 
"Saya harap semua warga selalu menjaga kesehatan agar tidak tertular virus Corona, rajin cuci tangan, jangan lupa menjaga jarak antara 1-2 meter, selalu pakai masker ketika harus beraktivitas di luar rumah," kata dia.
 
Dalam kesempatan membantu paket sembako itu, pihaknya juga membagikan masker kain kepada warga lansia (lanjut usia) dengan harapan dapat menekan kasus COVID-19 di Kabupaten Sukabumi.

“Paket sembako ini langsung kami salurkan ke rumah-rumah warga. Kami tidak ingin memanggil warga datang untuk mengambil bantuan karena hal itu akan mengundang kerumunan massa. Dengan langsung mengantar ke rumah, tentu hal ini untuk mencegah penularan COVID-19,” katanya.
(Taupik)