-->

Header Menu

HARIAN 60 MENIT | BAROMETER JAWA BARAT
Cari Berita

60Menit.co.id

Advertisement


PEKERJAAN RABAT BETON JALAN USAHA TANI DI DESA KALIWUNGU DI DUGA SARAT KEPENTINGAN

Jumat, 21 Januari 2022
Loading...

 

60MENIT.com-PEKERJAAN RABAT BETON JALAN USAHA TANI DI DESA KALIWUNGU DI DUGA SARAT KEPENTINGAN


60MENIT.com-CILACAP-Bantuan dana anggaran provinsi jawa tengah (BANPROV) tahun 2021 untuk pembangunan rabat beton jalan usaha tani di Rt 02 Rw 07 Dusun Wungureja desa Kaliwungu Kecamatan kedungreja kabupaten Cilacap, yang bersifat sewakelola dengan anggaran Rp 150 juta dengan volume panjang 454 meter lebar 2 meter tinggi 0.15 cm, melalui dinas pertanian yang baru selesai di bulan desember 2021, dari hasil pantauan awak media 60Menit dari titik lokasi pekerjaan keadaan fisik bangunan yang baru umur seumur jagung kini atas rabat beton sudah ambrol kondisi nya hingga asas manfaat tidak akan bertahan lama maka di duga kuat proses pengerjaan tidak sesuai spesifikasi.


Hari rabu tanggal 12 januari 2022 jam 10.00 wib Tim media 60MENIT mengunjungi kantor kepala desa Kaliwungu untuk keperluan konfirmasi terkait temuan di lapangan dan bertemu dengan bapa Sugeng m selaku sekdes desa Kaliwungu..


Menurut Sugeng pekerjaan bisa terjadi seperti itu di karnakan baru selesai sekitar dua hari jalan di lewati sama traktor dan juga terkendala dengan air asin sehingga hasilnya kurang bagus kalau untuk yang kerja itu masyarakat sekitar ada pun pekerjaan sudah di monitor dari DISPERMADES langsung turun ke lokasi titik pekerjaan sebanyak empat orang dan pak Agus sohani sebagai ketua tim nya untuk pekerjaan sebenarnya tidak ada masalah apa - apa karna tim monitor juga tidak ada konplen jelas sugeng.




Di hari tanggal yang sama awak media 60MENIT melakukan konfirmasi melalui telpon seluler dengan kepala Desa Kaliwungu karna sedang tidak ada di tempat.


Yatirin selaku kepala desa menjelaskan pada awak media 60MENIT bahwa sebenarnya pekerjaan sudah di cek sama tim dari PERMADES dan pekerjaan sudah tidak ada permasalahan namun pda waktu pengerjaan memakai air setempat kemungkinan masih mengandung zat asam dan atas nya di garis - garis kalau tidak seperti itu mungkin tidak terjadi ambrol.


Memang kemarin pekerjaan dari rekanan dan dari pertanian jadi yang mengerjakan juga pihak rekanan padahal secara aturan tidak boleh, jadi pemerintah desa cuma pesan yang penting pekerjaan bagus, kalau mau konfirmasi lebih silahkan saja ke Pak Leman ungkap Kades Yatirin.


Kalau untuk kontruksi sudah bagus cuman terkendala di air saja biasanya tidak terjadi ambrol tapi sekarang memang terjadi.


Secara prosedur pekerjaan yang bersifat sewakelola seharusnya yang mengelola TPK Desa cuma kita tidak enak sama rekan, dan semua pekerjaan yang lewat pertanian itu semua harus di tangani sama tim yang membawannya.


Bahkan keluhan sudah sering di sampaikan ke dinas sama pemerintah keaadan seperti itu, kalau kita kekang bersikeras saya tidak dapat bangunan Desa tidak dapat bangunan adanya yang membawa kita kerja sama, kalau lihat di pekerjaan sudah baik tapi memang agak ambrol dikit hanya atasnya saja ungkap Yatirin.


Masih menurut Yatirin hal sepeti itu bukan di desa Kaliwungu saja semua desa juga hampir sama prilakunya dan kalau kita jujur secara prosedur secara aturan kita tidak dapat bantuan saya butuh bantuan maju bahkan kalau mau mempermasalahkan atu kritik jangan cuma kepihak Desa saja ke atasan juga prosedur harus di jalankan sesuai aturan seperti itu lebih baik tegas Yatirin.

Memang proses pengerjaan di Desa Kaliwungu ada kesalahan terkait pemakaian air sebelum rabat beton ada yang gabrul warna beton sudah merah warna asam juga terkendala dengan langsir karna pekerjaan di tengah sawah kalau untuk dana anggaran di pastikan masuk ke rekening Desa semua pungkas Yatirin.


Menyikapi keterangan Sekdes Sugeng m terutama keterangan kepla desa Yatirin tersebut Program bantuan Provinsi lewat pertanian di duga sarat dengan kepentingan yang berdampak buruk nya hasil pekerjaan


.

Kalau sudah kejadian nya seperti itu lalu siapa yang harus bertangung jawab maka pada pihak Dinas terkait, Inspektorat untuk segera turun tinjau langsung ke Desa Kaliwungu.



(ASEP/NAISTIANI/TIM)