-->

Header Menu

HARIAN 60 MENIT | BAROMETER JAWA BARAT
Cari Berita

60Menit.co.id

Advertisement


Polresta Bandung Tingkatkan Deteksi Dini Cegah Radikalisme

Sabtu, 03 Desember 2022

60MENIT.COM, Kab.Bandung - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung melalui Badan Kesatuan Bangsa & Politik (Kesbangpol) pulang melaksanakan pengenalan peningkatan deteksi dini pada Hotel Sutan Raja Soreang, Rabu (2/11/22).

Sosialisasi itu pada rangka pencegahan & penanggulangan radikalisme & ekstrimisme berbasis kekerasan yg menunjuk dalam terorisme pada taraf Kabupaten Bandung tahun 2022.
Para peserta menurut para pemuda Karang Taruna, Taruna Siaga Bencana (Tagana), Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) & Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) yg asal menurut setiap kecamatan pada Kabupaten Bandung. 

Sehari sebelumnya, Selasa (1/11/22), pengenalan diberikan pada para peserta menurut TP PKK & Dharma Wanita Kabupaten Bandung & taraf kecamatan yg melibatkan ratusan peserta menurut banyak sekali unsur atau elemen rakyat tadi menggunakan menghadirkan narasumber menurut banyak sekali instansi atau lembaga.

Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Bandung Adjat Sudradjat didampingi Kabid Kewaspadaan Daerah & Kerjasama Intelegen H. Aam Rahmat mengatakan, aktivitas ini dilaksanakan pada 2 hari berturut-turut pada upaya peningkatan deteksi dini.

Sesuai menggunakan Permendagri mengenai Pemberdayaan Perempuan, termasuk Peraturan Menteri Pemberdayaan Perempuan & Anak.
“Disana terdapat tugas fungsi mengenai PKK & Dharma Wanita, berkaitan menggunakan penanggulangan & pencegahan radikalisme. Itu kenapa kita mengundang PKK & pada PKK terdapat pada Pokja satu, itu mengenai pengamalan Pancasila & peningkatan pencerahan bela negara,” kata Adjat pada Soreang.

Termasuk, imbuh Adjat, kerukunan beragama. “Di sana terdapat tugas fungsinya. Sedangkan pada Dharma Wanita, sinkron menggunakan anggaran bagaimana peningkatan peranan mereka dikaitkan menggunakan persatuan & kesatuan. Termasuk menjaga etika & budaya pada kerangka NKRI. Dan kentara pada 2 organisasi itu terdapat fungsinya, yaitu berkaitan menggunakan kontek pencegahan,” ujar Adjat.

Sementara itu Aam Rahmat mengaitkan pula menggunakan FKBS (Forum Kabupaten Bandung Sehat), menggunakan sembilan tatanan Bandung Sehat & delapan tatanan proteksi sosial, istilah Aam, galat satunya Pemkab Bandung wajib melaksanakan pencegahan radikalisme. “Itu terdapat indikatornya. Itu pula sekaligus buat evaluasi Bandung Sehat Wistara kedepannya,” katanya.

Dikatakan Aam, Badan Kebangpol sendiri telah melaksanakan tugas & fungsi tersebut, & menurut Perpres No 7 tahun 2021 mengenai Pencegahan Penanggulangan Radikalisme yg Mengarah Pada Terorisme. “Dan itu kentara, kita menurut planning aksi wilayah & edaran menurut Kemendagri, kita wajib melaksanakan 22 aktivitas, galat satu nya pada bentuk pengenalan peningkatan deteksi dini,” katanya.

Diharapkan menggunakan adanya aktivitas ini, seluruh tahapan aktivitas, baik pada taraf desa juga kecamatan mampu mensosialisasikan lagi mengenai bagaimana fungsi gerombolan rakyat, organisasi kemasyarakatan, organisasi perempuan, buat menyampaikannya pada rakyat lainnya.
“Hal itu mampu diawali menurut keluarga, RT, RW, desa & taraf kecamatan atau taraf kabupaten,” ujar Aam Rahmat.

Untuk mensosialisasi kan peningkatan deteksi dini nir mampu dilaksanakan sang Kesbangpol, Densus, BIN, Polresta saja, & itu hanya galat satu tugas.
“Tapi bagaimana potensi ancaman, gangguan, kendala yg terdapat pada daerah itu, rakyat wajib tahu,” ucapnya.

Dikatakan Aam, rakyat pula dituntut kepekaan lantaran indikator-indikator radikalisme telah diterangkan sang para narasumber yg hadir dalam pengenalan itu. “Baik menurut Densus, BIN, Polresta, FKPT. Kemudian dijelaskan lagi menurut mantan terorisme yg hadir, menggunakan menyebutkan pada para peserta buat nir misalnya mantan terorisme tadi. Masuk ke organisasi benar -benar sinkron menggunakan Al-Qur’an & Sunnah,” katanya.

Dalam kontek persatuan & kesatuan bangsa itu, & ideologi Pancasila merupakan ideologi negara dikatakan Aam Rahmat, bahwa organisasi rakyat misalnya Karang Taruna, Tagana, TKSK, PSM, yg sehari-hari mereka terdapat pada daerah & terdapat pada tengah-tengah rakyat. “Mungkin mereka tahu, peta kerawanan, atau kasus sosial pada rakyat. Lantaran adanya yg masuk radikal itu galat satunya tersebut kontek sosial rakyat, termasuk ekonomi, & pergaulan,” katanya.

aktivitas pengenalan ini pada rangka mewujudkan Bandung Bedas. Selain itu buat membangun kondusifitas daerah. Untuk itu, pada aplikasi pengenalan ini melibatkan instansi vertikal, baik itu taraf kabupaten juga lintas kabupaten.
“Termasuk ini pada rangka kondusifitas jelang pemilu 2024,” katanya.
(Taupik)