-->

Header Menu

HARIAN 60 MENIT | BAROMETER JAWA BARAT
Cari Berita

60Menit.co.id

Advertisement


BBWS Citanduy Bungkam Terkait Isu Banyaknya Pekerjaan Tidak Tepat Waktu Di Terminkan 100% Beserta Retensinya

60menit.com
Selasa, 24 Januari 2023

BBWS Citanduy Bungkam Terkait Isu Banyaknya Pekerjaan Tidak Tepat Waktu Di Terminkan 100% Beserta Retensinya


(Gambar di ambil 07/01/2023)

60MENIT.COM, Pangandaran - Sesuai pemberitaaan sebelumnya tentang Pembangunan prasarana pengamanan pantai timur (dimenangkan oleh PT. SYARIF MAJU KARYA) yang beralamat Cipayung Jakarta Timur, dengan nilai Rp. 55.247.499.000 Milyar Rupiah, pembangunan tersebut tidak selesai tepat waktu, akan tetapi  di cairkan 100% berserta dengan Retensinya. Sedangkan terkait tambahan nilai anggaran yang menjadi 60.637.100.000 sesuai data Bank Mandiri yang di bayarkan kepada penyedia jasa, BBWS Citanduy Bungkam berdiam diri, seolah ini bukan persoalan. Padahal banyak aturan telah mengikat kinerjanya.


Hal ini tentu menjadi gaduh di kalangan masyarakat jasa konstruksi dan beberapa LSM serta beberapa pihak lain-nya yang berkaitan dengan masyrakat pemerhati kebijakan Pemerintah.


Salah satunya adalah Asep Ruhyatul Hendra, selaku Ketua LSM PENJARA DPC Kota Banjar dan juga Ujang Solihin selaku Ketua Lembaga Eksistensi Terangi Rakyat LENTERA, “jika itu Benar terjadi, mari kita luruskan, apa kita yang salah dalam berpendapat, atau mereka tim kuasa pengguna anggaran yang tidak mengerti soal tata cara pengelolaan keuangan negara. Kalau kita di nilai tidak tepat dalam berpendapat, ayo diskusi luruskan, dan jika mereka keliru dalam melaksanakan tugas, ya mari benahi” Kata Asep Ruhyatul Hendra dan juga  Ujang Solihin saat mengadakan diskusi di kantor LSM tersebut, di jalan Pamarican Hegarsari Selasa 24/01/2023. 


“Saya minta Diskusi terbuka Dengan pihak BBWS Citanduy agar kedepan bisa mengerti bahwa isu-isu yang beradar itu tidak benar,  terkait implementasi program pelaksanaan pekerjaan tahun anggaran 2022 yang menelan anggaran mencapai 5 Triliun Rupiah untuk konstruksinya saja perlu di pertanyakan, karena fakta lapangan saat ini banyak Pekerjaan pekerjaan yang tidak sesuai dokumen kontrak”. tegas Asep (Seprudin.)