SELAMAT DATANG DI WEBSITE 60MENIT

Tuesday, August 14, 2018

Sektor 21 Sidak 4 pabrik Texstil pembuang Limbah


Dansektor 21, Sidak 4 Pabrik IPAL nya Jelek

BANDUNG, 60MENIT.COM - Senin (13/08/2018) Komandan Satgas Citarum Harum Sektor 21 Kolonel Inf Yusep Sudrajat, hari ini bersama anggotanya adakan sidak di beberapa Pabrik yang berada diwilyahnya. Kegiatan ini dimulai pada pukul 09.00 WIB sampai dengan 17.00 WIB. Selain Satgas, kegiatan juga di ikuti oleh LSM PMPR Indonesia dan para Relawan Bela Alam serta beberapa wartawan dari media cetak dan online

Dalam kesempatan ini, dari 5 perusahaan yang rencananya akan disidak 4 diantaranya telah dikunjungi. 

Adapun ke-4 perusahaan yang hari ini sudah dikunjungi adalah, PT. Nisshinbo Indonesia, Jalan Nanjung, No. 66. Cimahi Jawa Barat, PT. Trisula Textile, Jalan Mahar Martanegara No. 170. Cigugur Tengah Kota Cimahi, PT. Jerdytex, Jalan Kampung Mencut No. 28, Desa Lagadar, Kecamatan Margaasih Kabupaten Bandung dan PT. Sinar Continental, Jalan Industri ll No. 20. Rt. 02 Rw. 14, Kelurahan Utama, Kecamatan Cimahi Selatan Kota Cimahi.


Dan hasilnya, Dari ke-4 perusahaan tersebut yakni, PT. Nisshinbo dan PT. Trisula Textile diberikan waktu 1 minggu untuk menyempurnakan pengolahan air limbah industrinya, sedangkan PT. Jerdytek dibuka Cor-an saluran pembuangan limbahnya karena sudah baik, sementara PT. Sinar Continental dinyatakan sudah bening

Diharapakan ke-4 perusahaan tersebut baik yang dinyatakan sudah bagus atau yang masih diberikan kesempatan, hingga batas waktu yang telah ditentukan, dapat menepati janjinya sesuai dengan kesepakatan yang telah dibuat bersama-sama.

Rencananya semua Pabrik yang berada diwilayah sektor 21 akan dicek IPAL-nya, serta dilakukan tindakan berupa teguran dan pemberian batas waktu pembenahan, sampai dilakukanya penutupan saluran pembuangan limbah industri dengan cara di-Cor, hal ini dilakukan apabila sampai batas waktu yang telah disepakati pabrik belum dapat mengolah limbah industrinya dengan baik dan aman.

Dansektor 21 Kolonel Yusep Sudrajat pada kesempatan ini mengatakan," kagiatan hari ini cukup melelahkan namun kita semua tahu, kalau hal ini tidak dilakukan maka Percepatan Pengendalian Pencemaran Dan Kerusakan DAS Citarum, sesuai dengan Perpres No.15 Tahun 2018 akan berjalan lamban dalam masalah pencemaran. Karena, masih banyak perusahaan-perusahaan yang masih kucing-kucingan untuk buang limbah kotornya ke sungai", ucapnya 

Yusep menambahkan", kami berikan waktu untuk pabrik, agar mengolah IPAL dengan baik. Dan bukan hanya bening, namun juga aman sehingga dapat dibuang ke aliran sungai. Pada dasarnya ke-4 pemilik pabrik tersebut bersikap sama, mau mentaati peraturan yang telah ditentukan saat ini serta bersedia menerima sanksi apabila melanggar janji yang telah disetujui dan ditandatangai bersama-sama di atas materai,

," dan diharapkan dengan makin banyaknya perusahaan-perusahaan yang sadar, peduli serta sudah mengolah limbah dengan baik, dapat menjadi contoh bagi perusahaan lainya, sehingga sungai Citarum dapat kembali menjadi sumber kehidupan bagi orang banyak" harapnya 

Menyikapi pabrik yang pada saat di sidak yang  hasil pengolahan limbahnya belum baik, Dansektor menjelaskan," awal Juli kita sudah berikan waktu pada pihak pabrik untuk memperbaiki IPALnya,  ternyata saat ini setelah diperiksa masih didapatkan hasil yang kurang sempurna, hingga kami berikan waktu selama 7 hari untuk perbaiki IPAL, dan bila tidak ada perubahan kita akan melokalisir",  ujarnya

PT. Nisshinbo salah satu perusahaan yang belum dinyatakan bersih dalam mengolah IPAL, diwakili Amar Jumantoro pada kesempatan ini mengatakan," Kami dari pihak perusahaan mengharapkan adanya kelongaran waktu yang cukup, untuk dapat memperbaiki IPAL kami karena akan dilakukan Recycle, dengan mendatangkan tabung baru. Dan itu akan memakan waktu 15 hari, kemarin kita juga sudah  berupaya dengan mendatangkan chemical dari supplier, ternyata hasilnya kurang memuaskan, sehingga untuk itu kami akan proses ulang IPAL-nya", ujar Amar (T.PRO)
Post a Comment