-->

Header Menu

HARIAN 60 MENIT | BAROMETER JAWA BARAT
Cari Berita

60Menit.co.id

Advertisement


Polisi Bersihkan Tumpukan Lumpur Yang Menutupi Jalan Raya

Sabtu, 12 Maret 2022
Loading...

60MENIT.COM, Kab.Bandung - Hujan deras yang terjadi Pada hari Jumat tanggal 11 Maret 2022, Pukul 14.00 Wib s/d 14.45 Wib, mengakibatkan kembali terjadinya Banjir lumpur di jl. Raya Cibeureum Blok Pasir Munding Desa Cibeureum Kec. Kertasari, Kab. Bandung.

Musibah tersebut terjadi tepatnya di depan dan samping kantor Polsek Kertasari Polresta Bandung sehingga banjir lumpur menutup akses jalan raya Cibeureum.

Dengan menggunakan kendaraan dinas Patroli personil Polsek Kertasari berusaha membuka menyusuri jalan yang tertutup lumpur agar jalur bisa di lalui.

"Kami bersama personil Polsek Kertasari di bantu warga melakukan pengerukan secara manual serta melakukan pengaturan buka tutup jalur menjadi satu arah menghindari penumpukan kendaraan serta memberi himbauan kepada pengendara kendaraan Khususnya roda 2 Agar berhati - hati karena jalan licin dan tertutup lumpur,"kata Iptu Ahmad Nurdin, Kapolsek Kertasari. Sabtu,(12/3/2022).

Ia menambahkan, personilnya dengan sigap langsung menuju lokasi melakukan pembukaan jalur berlumpur dengan menggunakan R4 patroli dan sedikit demi sedikit jalur bisa di lalui oleh para pengguna kendaraan.

"Alhamdulilah tidak ada korban jiwa maupun rumah rusak yang terdampak atas bencana tersebut namun akses jalan raya cibeureum tepatnya d blok pasir munding - Depan Mako Polsek Kertasari untuk sementara tidak bisa d lewati kendaraan R2,"ujarnya.

Seringnya kejadian banjir lumpur tersebut diakibatkan karena lahan yang gundul, kurangnya dan minimnya kesadaran dari para pengguna lahan. Menurutnya Satgas Citarum Harum dan para Peduli Lingkungan sudah melakukan penghijauan / penanaman di daerah tersebut. 

"Para pengguna lahan di wilayah tersebut harusnya berpikir baik dan melakukan kegiatan secara seimbang, di samping menggunakan lahannya untuk merawat lalu menghasilkan sayur dari ladang pertanian untuk memenuhi kebutuhan hidup juga seharusnya mereka merawat pohon keras yang sudah di tanam oleh para peduli penghijauan.

Lebih lanjut dirinya menjelaskan dengan merawat pohon keras sangatlah penting yang kegunaannya untuk menyelamatkan lingkungan juga sebagai ladang amal dan kebaikan untuk untuk para pengguna lahan itu sendiri dan bermanfaat bagi orang banyak.
(Taupik)