-->

Header Menu

HARIAN 60 MENIT | BAROMETER JAWA BARAT
Cari Berita

PILIHAN ANDA WAKTU SANTAI & RESMI

PILIHAN ANDA WAKTU SANTAI & RESMI
Cemilan Enak, Gurih dan Renyah (hanya 35K / Toples) : hubungi 081320002339

60Menit.co.id

Advertisement


Penyebab Perubahan Warna Air Sungai Cilamaran, Ditangani Pihak Berwenang

60menit.com
Rabu, 05 Oktober 2022

Penyebab Perubahan Warna Air Sungai Cilamaran, Ditangani Pihak Berwenang


60menit.com


60MENIT.COM, Karawang - Salah satu gudang penampungan drum PT Buana  Prima Karya Jalan Baru Tanjungpura Desa Margasari Kec. Karawang Timur menjadi penyebab berubahnya warna air aliran sungai Cilamaran Kel. Palumbonsari, Kecamatan Karawang Timur, Kabupaten Karawang berwarna merah. Hal ini disampaikan Kapendam III/Slw Letkol Inf Adhe Hansen di Kantor Pendam III/Slw Jl. Aceh No. 69, Kota Bandung, Jawa Barat Selasa (04/10/2022).



Lanjut dikatakannya, dugaan pencemaran air sungai ini di dapatkan dari salah satu warga Rt 03/14 Kel. Palumbonsari ketika sedang melakukan aktivitasnya di sekitar bantaran sungai Cilamaran. “Sesaat sesudah menerima laporan dari salah satu warga Rt 03/14, Personel Satgas Citarum Sektor 19 meninjau langsung ke lokasi guna melakukan pengecekan dan pencarian sumber penyebab terjadinya perubahan warna air sungai,” ujarnya.


Kemudian, saat di selidiki oleh Personel Satgas Citarum Sektor 19 bersama pihak Dinas Lingkungan Hidup Dan Kebersihan (DLHK), anggota DPRD, Satpol PP, aparat desa serta kelurahan setempat, didapatkan sumber dari pencemaran berasal dari gudang penampungan drum milik PT Buana  Prima Karya Jalan Baru Tanjungpura.



“Saat ditelusuri ke perusahaan tersebut, menurut pengakuan Amila salah seorang pekerja di sana mengatakan, perusahaan telah mencuci 30 buah drum yang berisi sisa cairan warna merah, yang air dari pencuciannya mengalir ke anak sungai Cilamaran. Untuk itu kemudian dilakukan Asesmen terhadap perusahaan tersebut,” tuturnya. 


Dikatakan Kapendam bahwa kejadian perubahan air sungai Cilamaran bukan pertama kalinya. Sebelumnya pernah terjadi dan air sungai sempat berubah menjadi berwarna hitam pekat serta berminyak.  Maka untuk kejadian kali  ini, perusahaan tersebut telah dilaporkan kepada yang berwenang dan sedang ditangani oleh Polres Karawang serta dinas Lingkungan Hidup Kab. Karawang.  Kemudian polisi telah mengamankan gudang perusahaan tersebut dengan memasang  police line.



Kapendam menambahkan, pada  hari senin (3/10/22) kemarin telah digelar rapat yang dihadiri oleh  perwakilan dari  Dinas Lingkungan Hidup,  Kecamatan, Desa, Polres, Stgas Citarum, Satpol PP dan dari Perusahaan serta pihak yang menyewakan tanah, untuk dilakukan crosscek serta verifikasi.


“Dalam rapat tersebut baru sampai pada tahap verifikasi, dan mendengarkan hasil perolehan data dari peserta rapat.  Terkait tindakan ataupun sanksi yang akan dijatuhkan, masih menunggu hasil dari laboratorium, yang akan memerlukan waktu sekitar 2 minggu,” pungkasnya. (T.Pro/Pendam III/Siliwangi).