JAKARTA - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) dan Kedutaan Besar Amerika Serikat mengumumkan perluasan Program Kemitraan antar Perguruan Tinggi dari Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID) senilai US$ 6 juta untuk penelitian bersama yang dilakukan perguruan tinggi di Indonesia dan Amerika Serikat.

Program Kemitraan Perguruan Tinggi ini adalah salah satu program kerjasama Pemerintah AS di bidang Pendidikan yang bertujuan untuk meningkatkan dan mempromosikan kerjasama antara institusi pendidikan tinggi di AS dan Indonesia.

Peresmian program kerjasama ini dilakukan oleh Supriadi Rustad Direktur Pendidik dan Tenaga Kependidikan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi bertempat di Gedung D Kemdikbud Jakarta, Senin (18/3). Turut hadir dalam peresmian ini Scot Marciel Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Agus Sartono Deputi Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat, Nur Syam Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Islam berserta tamu undangan lainnya.

Pada kesempatan ini diumumkan lima penelitian yang memperoleh hibah, yaitu:
  1. Penelitian Bersama AS-Indonesia tentang Influenza ( University of Colorado dan Universitas Padjajaran)
  2. Mempromosikan Pengelolaan Hutan dan Keanekaragaman Hayati Secara Lestari melalui Kemitraan dalam Penelitian dan pendidikan ( Rutgers University dan Universitas Nasional Jakarta)
  3. Inovasi di Sekolah menengah Atas untuk memajukan Ilmu Pengetahuan ( Colombia University dan Institut Pertanian Bogor)
  4. Penelitian Lahan Basah dan Perubahan Iklim di Kalimantan (Oregon State University, Universitas Tanjungpura, Universitas Mulawarman dan Indiana University)
  5. Smart Lab ( Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Yayasan Putera Sampoerna , New York Hall of Science dan Tufts University)
Scot Marciel berharap berharap bahwa program ini akan membantu meningkatkan kualitas pengajaran di  perguruan tinggi kedua negara. "Juga untuk mempromosikan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta menginspirasi para ilmuan untuk berkontribusi kepada masyarakat melalui pekerjaan penting yang dilakukannya," katanya menambahkan.

Pada kesempatan yang sama Agus Sartono berharap melalui kerjasama ini hubungan antara AS dan Indonesia dapat ditingkatkan. "Harapannya adanya hubungan yang saling menguntungkan bagi kedua negara," ujarnya.

Supriadi Rustad menegaskan bahwa kerjasama pendidikan Indonesia dengan negara-negara lain sangat penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia. "Kerjasama sama tersebut dapat berupa kerjasama di bidang penelitian, pertukaran dosen, pertukaran mahasiswa, beasiswa dan bentuk lainnya," kata Rustad.(*)

G+

Anda baru saja membaca artikel tentang Kerjasama Penelitian Perguruan Tinggi Indonesia dan AS Diperluas. Jika Anda menyukai Artikel ini, Silahkan masukan email anda dibawah ini untuk berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel terbaru dari 60Menit.com
feedburner

Cari Apa Saja di 60Menit.com

60Menit.com © 2016. All Rights Reserved.
Template Oleh SEOCIPS | Creative by abiShalih