Apapun Alasannya, Sektor 21 Akan Tetap Cor Saluran Pembuangan Akhir Limbah-nya, Bila Kedapatan Masih Buang Kotor ke Sungai

Header Menu

HARIAN 60 MENIT | BAROMETER JAWA BARAT
Cari Berita

Advertisement


Apapun Alasannya, Sektor 21 Akan Tetap Cor Saluran Pembuangan Akhir Limbah-nya, Bila Kedapatan Masih Buang Kotor ke Sungai

Jumat, 13 September 2019
Loading...


60menit.com - Tampak Letda Saniyo melakukan pengecekan IPAL di PT. Rajawali Hiyoto terkait temuan anggotanya, satgas sektor 21-13 saat melaksanakan Patroli
60MENIT.COM, Cimahi Selatan - Kamis (12/09/2019) Satgas Citarum harum sektor 21-13 yang berada dibawah Komando Kolonel Inf Yusep Sudrajat kembali melakukan penutupan saluran pembungan limbah industri cair salah satu perusahaan di wilayah Cimahi selatan Kota Cimahi.

Adalah PT. Rajawali Hiyoto, pabrik Cat yang berlokasi di Jalan Industri II Kota Cimahi, yang pagi tadi kedapatan membuang limbah dalam keadaan kotor. Hal ini diketahui oleh satgas sektor 21 Subsektor 13 Kota Cimahi, pada saat melaksanakan patroli rutin di sekitar wilayah tugasnya, seperti yang disampaikan Letda Saniyo, saat menjelaskan perihal penutupan saluran pembuangan akhir perusahaan tersebut kepada para awak media.

60menit.com - Letda Saniyo di dampingi Andri selaku Satgas Citarum harum sektor 21-13 saat memberikan keterangan kepada para awak media baik dari Online, Cetak maupun Televisi
"Kami jelaskan bahwa Team anggota kami, tadi pagi pada pukul 09.30 WIB, saat melaksanakan patroli disekitar kawasan industri ini menemukan ada pembuangan limbah kotor yang disinyalir dari PT. Rajawali Hiyoto dan itu kita langsung telusuri", ucap Saniyo

Dari pernyataan operator Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Perusahaan tersebut, lanjut Saniyo, PT. Rajawali tidak membuang limbah, penemuan satgas pagi tadi itu katanya bukan limbah, tetapi sisa atau bekas cuci kantong plastik dan mobil bekas memuat tepung. Oleh sebab itu, untuk mengantisipasi hal tersebut agar tidak terjadi simpang siur akan berita yang kami dapatkan, maka kami juga menanyakan langsung ke pak Wahyu selaku Manager dan penanggung jawab IPAL.

60menit.com - Proses penutupan saluran pembuangan limbah akhir  di PT. Rajawali Hiyoto
"Bagaimanapun itu, untuk melakukan tindakan kita tetap melaksanakan penutupan saluran pembuangan limbah, apapun alibinya dari pihak perusahaan. Yang jelas anggota kami telah menemukan buktinya, saat ini komitmen dari pihak perusahaan, mereka mulai besok akan segera aksi dan akan memperbaiki IPAL-nya sesuai standar yang telah ditetapkan oleh LH maupun sektor 21", pungkas Saniyo

60menit.com - Letda Saniyo di dampingi Andri sedang melaksanakan pengecekan IPAL di PT. Rajawali Hiyoto
Sementara itu masih dilokasi yang sama, Wahyu selaku penanggung jawab dan Manager IPAL diperusahaan tersebut saat dikonfirmasi mengatakan," Peristiwa ini memang sangat tidak kami harapkan sekali, selama ini kami peduli sekali tentang lingkungan hidup. Sebetulnya kami juga aktif di program Citarum harum, kami juga sering kali menghadiri pertemuan dengan pak Gubernur, pak walikota dan pemerintah setempat dan pasti kami support", kata Wahyu


Memang system sehebat apapun, lanjut Wahyu, tidak terlepas dari manusia-nya. Jadi masalah ini sebenarnya masalah human error' dan erorr'nya pun tidak terlalu besar, tapi tetep human erorr.

60menit.com - Wahyu Murbandono (perwakilan PT. Rajawali Hiyono) saat memberikan penjelasannya dihadapan awak media
"Tapi kami merasa juga kalau ini harus diperbaiki, dan kami komit akan memperbaiki secepatnya masalah limbah ini.  Kami juga akan benahi masalah kolam ikannya, boleh kami janjikan besok pagi sudah mulai kami kerjakan. Kita akan tunjukan bahwa sebisa mungkin kita pelaku usaha tidak akan menciderai lingkungan", pungkas Wahyu Murbandono sebagai Manajer IPAL di PT. Rajawali  Hiyoto yang memiliki kapasitas  buang air limbah maksimum hanya mencapai 15 Meter Kubik/hari (T.Pro)