60MENIT.COM, Ciparay – Dalam upaya mendukung ketahanan pangan nasional, jajaran Polsek Ciparay melakukan monitoring kegiatan penanaman jagung di wilayah Desa Babakan Kecamatan Ciparay. Kegiatan ini bertujuan memastikan program berjalan sesuai rencana serta memberikan motivasi kepada para petani untuk meningkatkan produktivitas. Selasa (06/01/2026).
Kapolresta Bandung, Kombespol Aldi Subartono, S.H., S.I.K., M.H., CPHR. melalui Kapolsek Ciparay AKP ILMANSYAH.SE.M.H menyampaikan bahwa keterlibatan Polsek Ciparay dalam kegiatan ini merupakan wujud kepedulian Polri terhadap ketersediaan pangan di wilayah hukum Polresta Bandung. Dengan memantau langsung proses penanaman, diharapkan petani dapat lebih bersemangat dan terdorong untuk menerapkan teknik bercocok tanam yang baik.
Monitoring dilakukan dengan menyambangi langsung lahan pertanian yang menjadi lokasi program ketahanan pangan. Petugas mengecek kondisi tanah, kesiapan bibit, hingga ketersediaan sarana pendukung seperti pupuk dan air irigasi. Tidak hanya itu, anggota Polsek Ciparay juga memberikan imbauan kepada petani agar memanfaatkan waktu tanam secara optimal, sehingga hasil panen nantinya dapat maksimal.
Dalam kesempatan tersebut, petugas turut berinteraksi dengan kelompok tani setempat untuk mendengarkan keluhan maupun kendala yang dihadapi. Beberapa petani menyampaikan persoalan terkait distribusi pupuk bersubsidi, cuaca yang tidak menentu, serta ancaman hama tanaman. Menanggapi hal itu, Polsek Ciparay berkomitmen untuk berkoordinasi dengan pihak terkait agar hambatan yang dihadapi petani dapat segera diatasi.
Kapolsek Ciparay menegaskan, program penanaman jagung ini bukan hanya mendukung ketahanan pangan di tingkat lokal, tetapi juga sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat dalam menjaga stabilitas pasokan pangan nasional. Menurutnya, sektor pertanian menjadi salah satu penopang penting perekonomian masyarakat, terutama di wilayah pedesaan seperti Ciparay.
Lebih lanjut, ia berharap partisipasi aktif dari seluruh pihak, mulai dari pemerintah desa, kelompok tani, hingga masyarakat umum, untuk bersama-sama mengawal keberhasilan program ini. Dengan sinergi dan kerja sama yang solid, panen jagung diharapkan akan melimpah, sehingga dapat memberikan manfaat ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
(Taupik)


