SELAMAT DATANG DI WEBSITE 60MENIT

Sunday, November 26, 2017

SEBANYAK 60 Peserta Ikuti Diklat Tematik Pengolahan Hasil Pasca Panen Kopi Di BBPP Lembang

BANDUNG, 60MENIT.COM - Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, mengadakan pelatihan teknis tematik pengolahan hasil dan pasca panen kopi sekitar 60 peserta, peserta yang mengikuti pelatihan ini berasal dari berbagai kota propinsi baru-baru ini. Sekitar pukul 09.00 WIB yang bertempat di Aula Catur Gatra BBPP Lembang (01-11-2017).

Dalam pelatihan tersebut acara pembuka yang di bimbing dari Praktisi Barista (Balai Riset Tanaman) "Sam" menyampaikan materinya kepada para peserta mengenai bagaimana cara pembibitan atau pengolahan kopi yang berkualitas agar para petani bisa mendapatkan hasil panen yang baik.

Disela-sela kegiatannya saat di wawancarai wartawan 60menit.com "Kepala Bidang Penyelengara Pelatihan BBPP SPT (Rohaendi)",  mengatakan tujuan pelatihan di balai ini adalah dalam rangka menunjang kegiatan kementrian. bahwa kita mendapatkan mandat yaitu mendampingi pengelola yang pertama, nanti mereka akan mengajar di Bintek (Bimbingan Teknik) atau pun di ijin pertanian. dan para pemateri Bintek itu Adalah aparat pendamping-pendamping, yaitu para penyuluh yang ditugaskan dari propinsi untuk mendampingi mereka dan tugas tematik.

Ada pun tematik itu sendiri ada komunitas khusus, sedangkan untuk tanaman pangan diantaranya ada tanaman kedelai dan yang lainnya, yang tergolong pada bagian hotmik ada 5 macam yaitu; bawang putih, bawang merah, mangga, jeruk dan kedelai.

Sedangkan yang tergolong pada tanaman perkebunan hanya ada 2 macam yaitu kawkaw, dan kopi, ini yang kami laksanakan saat ini yang dipandang perlu adanya pembinaan dan pelatihan pada para petani yang merupakan pasokan panennya itu sendiri masih belum stabil dan tidak menentu.

Dari materi diatas itulah mereka pada datang ke sini, supaya bisa memahami dalam pelaksanaan materi PBT, dan PBT itu adalah suatu materi yang di butuhkan oleh mereka.

Salah satu dari materi PBT adalah, ada beberapa hasil panen dan teknologi tentang penanganan hamanya kita berikan kepada mereka, harapan kami setelah mereka paham mendapatkan bantuan dari pemerintah yang mencakup ; benih, alat-alat dan segala macamnya berikut pupuk-pupukanya sehingga mereka sudah mendapatkan beberapa peralatan penanganan kopi namun mereka belum bisa mengoperasikannya, sedangkan peralatan-peralatan pada saat mereka terima itu  yang nantinya untuk meningkatkan perekonomian para petani. "Ucap Rohaendi"

Rohaendi menambahkan, salah satu kegiatan APBN-P ini adalah untuk mengurangi adanya impor dari luar negri ke indonesia kita akan memenuhi kebutuhan bangsa kita dan bisa mengekspor kebutuhan-kebutuhan yang di butuhkan oleh luar negri.

Untuk pelaksanaan kegiatan ini kita sudah ditentukan dari pusat yaitu beberapa peserta dari berbagai kota, sedangkan untuk mendapatkan kualitas kopi yang bagus bukan hanya pada saat  awal penanamannya saja, tetapi perlu pemantauan dan pemeliharaan sejak dari awal penanaman sampai tanaman itu sendiri bisa tumbuh kembang dengan sempurna. Agar bisa menjadikan hasil buah kopi yang baik. "Ujarnya".

Harapan kita adalah bisa menghasilkan buah kopi yang organik, yaitu bukan ketika panen kita hanya ambil yang merahnya saja, tetapi dimulai dari proses penjemuran, permentasi hingga pengelupasan. Seperti dalam proses pengelupasan beras sampai jadi beras dan setelah itu diolah menjadi kopi yang baik. "Pungkasnya".
(Lia)
Post a Comment