SELAMAT DATANG DI WEBSITE 60MENIT

Tuesday, June 26, 2018

Dansektor 21 Citarum Adakan Sidak Ke PT. NISSINBO INDONESIA




BANDUNG,60MENIT.COM - Selasa (26/06/2018) Dansektor 21 Satgas Citarum Harum, Kolonel Inf Yusep Sudrajat, adakan sidak ke PT. NISSINBO yang beralamat di Jalan Nanjung No. 66, perusahaan ini disinyalir membuang limbah kotornya ke sungai Cisangkan yang merupakan anak sungai Citarum

Setelah dilakukan pengecekan ke area IPAL, Dansektor menjelaskan kepada Direksi dan beberapa Staf PT. NISSINBO, bahwa hasil pengolahan air limbah yang telah dihasilkan belum sesuai dengan Perpres No.15 Tahun 2018, Tentang Percepatan Pemulihan Pencemaran dan Perusakan DAS Citarum

Awalnya pihak pabrik yang diwakili Christina S. M, SH selaku General Manager tidak mengakui, dan beranggapan kalau air limbah yang dihasilkan sudah sesuai baku mutu, sesuai dengan aturan pemerintah, bahkan setiap tahunya perusahaan ini sudah mendapatkan raport biru dari Dinas Lingkungan Hidup setempat

Namun setelah dijelaskan oleh Dansektor, ahirnya pihaknya mau menerima dan mengakui bahwa limbah hasil pengolahan masih kotor, dan secepatnya akan memperbaiki IPAL-nya, bahkan pihak perusahaan sudah menyediakan anggaran sebesar 5 milyar, untuk mengganti seluruh mesin pengolah air limbah di PT. Yang mempekerjakan sekitar 750 orang tersebut

Pada kesempatan ini Khristina mengatakan," kami  berkomitmen untuk saat ini pihak perusahaan akan segera memperbaiki IPAL, supaya air limbah yang dihasilkan akan Jernih, sesuai dengan arahan Dansektor, kami sudah bekerja sama dengan konsultan, apabila dalam waktu yang sudah ditentukan oleh Dansektor, air limbah yang dihasilkan masih seperti semula saya akan pecat konsultannya, dan perusahaan juga berkomitmen akan menyerahkan kepada Dansektor, apabila masih didapatkan limbah kotor dibuang kesungai, silahkan diambil tindakan tegas salah satunya dengan pengecoran", ucapnya

Dihadapan Presiden direktur PT. NISSANBO dan beberapa awak media yang tergabung dalam Jurnalis Peduli Citarum, serta LSM PMPR Indonesia dan para Relawan, Kolonel Inf Yusep Sudrajat mengatakan," kalau saya tadi masuk dari luar saluran pembuangan limbah sudah saya tutup, namun karena lewat dalam dan perusahaan komperatif, mau memperbaiki IPAL serta mengakui kesalahan, maka kita kasih kesempatan selama 3 hari, namun apabila dalam 3 hari satgas masih mendapati air limbah masih dalam keadaan belum jernih, saya akan lakukan pengecoran saluran pembuangan air limbahnya", tegas Dansektor

Dalam kegiatan ini Dansektor 21 juga mengunjungi PT. GAMATEX Garuda Mas Semesta yang memiliki sekitar 500 pekerja untuk mengetahui IPAL yang dikelola perusahaan tersebut (T.Pro)
Post a Comment