Header Ads

Partisipasi Pemilih Pilkada 2018 di Kota Bandung Mencapai 76%

PENJABAT Gubernur Jawa Barat, Mochamad Iriawan saat meninjau persiapan logistik Pilkada Serentak 2018 di Kantor Kecamatan Bandung Wetan, Kota Bandung, Selasa (26/6/2018). Menurut Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bandung, Rifqi Alimubarok, Jumat (6/7/2018), partisipasi pemilih di Kota Bandung Kota Bandung pada Pilkada 2018 mencapai 76%.*

BANDUNG, 60MENIT.COM - (6-07-2018) Partisipasi pemilih di Kota Bandung pada pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak tahun 2018, mengalami kenaikan dibanding Pilkada tahun 2016. Hal ini menunjukkan warga Kota Bandung semakin cerdas dalam berdemokrasi.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bandung, Rifqi Alimubarok, Jumat (6/7/2018), mengatakan, berdasarkan hasil rapat pleno terbuka rekapitulasi hasil penghitungan suara tingkat Kota Bandung, tingkat partisipasi pemilih di Kota Bandung sebesar 76% atau 1,3 juta orang untuk Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jabar maupun Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Bandung. Angka tersebut menunjukkan peningkatan signifikan jika dibandingkan dengan partisipasi pemilih Pilkada tahun 2013 lalu sebesar 60,47%.

"Syukur alhamdulillah melebihi angka partisipasi pemilih Pilkada sebelumnya. Hal ini menunjukkan masyarakat Kota Bandung semakin cerdas berdemokrasi. Mereka semakin sadar menggunakan hak pilihnya," ungkap Rifqi melalui sambungan telepon.

Rifqi merinci, masyarakat Kota Bandung yang menggunakan hak pilihnya untuk Pilgub Jabar sebanyak 1.308.335 orang. Surat suara sah sebanyak 1.279.870 dan sisanya sebanyak 28.465 surat suara tidak sah.

Dari angka tersebut, 656.090 orang memilih pasangan calon (paslon) nomor 1 (Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum), sebanyak 111.190 orang memilih paslon nomor 2 (TB Hasanuddin-Anton Charliyan). Sebanyak 359.267 orang memilih paslon nomor 3 (Sudrajat-Ahmad Syaikhu), dan 153.323 memilih paslon nomor 4 (Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi).

Untuk Pilwalkot Bandung, masyarakat Kota Bandung yang menggunakan hak pilihnya sebanyak 1.305.872 orang, dengan surat suara sah sebanyak 1.266.830 dan 39.042 surat suara tidak sah. Dari angka tersebut sebanyak 301.418 orang memilih paslon nomor 1 (Nurul Arifin-Chairul Yaqin Hidayat), sebanyak 330.730 orang memilih paslon nomor 2 (Yossi Irianto-Aries Supriatna), dan 634.682 orang memilih paslon nomor 3 (Oded M Danial-Yana Mulyana).

Menurut Rifqi, keberhasilan peningkatan partisipasi pemilih di Kota Bandung dipengaruhi oleh banyak faktor. Diantaranya, pesta demokrasi kali ini termasuk ke dalam Pilkada Serentak. Dengan begitu, semua pihak menyampaikan informasi tidak hanya KPU Kota Bandung melainkan juga KPU Jawa Barat bahkan KPU pusat.

"KPU Kota Bandung berupaya keras melakukan sosialisasi dengan Pemkot Bandung secara optimal. Paslon pun berkampanye dengan kreatif dan menyampaikan program yang inovatif sehingga menarik warga untuk menggunakan hak pilihnya," katanya.

Atas pencapaian peningkatan partisipasi pemilih, KPU Kota Bandung berterima kasih kepada semua seperti Pemkot Bandung, Panwaslu Kota Bandung, unsur kepolisian dan TNI, serta masyarakat Kota Bandung pada umumnya.

"Ini prestasi kita semua. Ini hasil kerja keras kita bersama. Tidak hanya penyelenggara, melainkan juga partai politik (parpol) dan masyarakat yang secara kolektif menyukseskan Pilkada Serentak di Kota Bandung," sebutnya.

Setelah ada hasil rekapitulasi penghitungan suara ini, Rifqi menjelaskan, KPU Kota Bandung akan menunggu selama tiga hari ke depan apabila ada paslon yang mengajukan sengketa Pilkada.

"Kalau ternyata setelah tiga hari tidak ada yang mengajukan sengketa, selanjutnya pada Senin atau Selasa (9 atau 10 Juli 2018) mendatang, kami akan menetapkan hasil Pilkada Serentak di Kota Bandung," jelasnya. (*)



Post a Comment