SELAMAT DATANG DI WEBSITE 60MENIT

Thursday, August 16, 2018

Pasangan Yislam Alwini dan Deni Romli Ganda Subrata Deklarasikan Capres Adil Makmur Untuk Indonesia

Yislam Alwini (Jas Hitam) dan Deni Romli Ganda Subrata (Baju Batik) - *15-08-2018

BANDUNG, 60MENIT.COM – Rabu (15-08-2018) Yislam Alwini adalah Seorang Warga Negara Indonesia yang menyatakan dirinya ingin melaksanakan amanah terhadap masyarakat Indonesia tentang Adil dan Makmur, hal ini merupakan kapasitas negara yang selama ini diabaikan oleh para Presiden terpilih yang menjadi pengelola negara, atas inilah Yislam Alwini mendaftarkan diri ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Puasat Jakarta pada Tanggal 10 Agustus 2018 untuk mencalonkan dirinya menjadi Presiden yang berpasangan dengan Deni Romli Ganda Subrata secara independen.

Pendaftaran itu diterima oleh KPU namun tetap KPU mengumumkan hanya ada 2 calon presiden yaitu Joko Widodo viet Ma’rup Amin dan Prabowo viet Sandiaga S. Uno masing masing dari Partai PDIP dan Gerindra yang berpedoman pada UUD 45 Pasal 6A ayat 2. 


Yislam A.dan Deni R.G. S.
Tanggapan Yislam Alwini tentang dirinya belum terpampang di KPU sebagai Capres sampai saat ini, menyampaikan pada awak media ketika diwawancara di Hotel Savoy Homan pada Hari Kamis (15-08-2018) adalah “Belum terpampangnya di KPU atas pendaftaran nama saya kemungkinan kami mendaftar secra independen (Tidak ada Partai Pendukung) bahkan pernah dikomentari KPU bahwa tidak ada undang undangnya kalo Presiden dari Independen, maka saya pun menerangkan bahwa presiden itu bisa mendaftar secara inependen yang tertera dalam UUD 45 yaitu Pasal 6A ayat 1 yang berbunyi “Presiden dan wakil Presiden dipilih dalam satu pasangan secara langsung oleh Rakyat” atas dasar ini kami mendaftarkan secara Independen” Tegasnya

Kalo ayat berikutnya hanya usulan KPU sebagai Komisioner saja, anda kan tahu apa artinya komisioner, yaitu orang yang diberi komisi, Lanjut Yislam

Yislam mempunyai gagasan atas pencalonan dirinya jadi Presiden, bahwa selama ini para presiden yang sudah terpilih masih belum menjalankan amanah yaitu menjamin Keadilan dan Kemakmuran bagi Rakyat Indonesia, terbukti bahwa masih adanya pengemis di jalanan, sekolah makin dibatasi oleh biaya bahkan terbukti lebih banyak masyarakat miskin daripada yang kaya ini adalah bukti dari para presiden terpilih tidak bisa menjalankan amanah.

Presiden Soekarno mengatakan bahwa Kemerdekaan itu adalah sebagai pintu gerbang keadilan dan kemakmuran, artinya kemerdekaan itu merupkan jembatan emas bagi bangsa dan negara, jangan sampai presiden (Orang orang Negara) saja yang menikmati jembatan emas ini, bahkan presiden suka nyonkel nyongkel emasnya di jempatan ini. 


Beberapa Pendukung Proghram Yislam Aiwini Tentang Negara Indonesia Adil dan Makmur (*15-08-2018)


Sedangkan Masyarakat hanya jadi korban penderitaan dari negara, kalo dilihat dari segi prosesi pemilihan presiden yang berjalan sekarang bahwa Presiden itu dipilih oleh masyarakat artinya majikan presiden itu masyarakat, maka fakta terbalik sampai saat ini yang mana Presiden hidupnya mewah dan kekayaannya berlimpah dengan gaji yang tinggi sedangkan masyarakat hidup pas pasan bahkan ada yang masih kekurangan, ini artinya Presiden itu berhianat pada Bangsa.

Arinya Bangsa itu adalah penghuni Negara jadi Bangsa itu adalah Masyarakat dan Negara itu adalah yang menyetir Negara yaitu Presiden, oleh karena itu saya tantang dari para Calon dan Presiden terpilih, Bisa engga mereka memakmurkan masyarakat, jaminannya apa, kalo dia gagal tidak bisa memakmurkan masyarakat yang berkeadilan berani engga dia mundur dari jabatan Presidennya atau berani engga diberi sangsi hukum yang berat dan inilah para Presiden Pendusta Amanah bagi Rakyat.

Dengan pernyataan diatas Yislam Alwini didampingi Deni Romli Ganda Subrata sebagai wakilnya bserta belasan pengikutnya di Hotel Savoy Homan malangsungkan Deklarasi Pasangannya untuk menjadi Presiden Republik Indonesia Yang adil dan makmur, Deklarasi ini disaksikan oleh awak media sebanyak 34 orang yang mewakili medianya masing masing yang dimulai dari jam 13.00 hingga jam 15.00. (Zhove)
Post a Comment