Sektor 22 Citarum Sosialisasikan Butuhnya Penghijauan di Kawasan Cimenyan

Header Menu

HARIAN 60 MENIT | BAROMETER JAWA BARAT
Cari Berita

Advertisement


Sektor 22 Citarum Sosialisasikan Butuhnya Penghijauan di Kawasan Cimenyan

Senin, 11 Februari 2019
Loading...


Serka Agung Setia Permana Dalam Pemaparan Sosialisasi Program Citarum Harum Di Desa Ciburial - Cimenyan (11-01-2019)

BANDUNG, 60MENIT.COM - (11-02-2019) Citarum merupakan polemik yang menggentarkan Bangsa, menguat status Darurat Negara hingga menurunkan Pasukan TNI untuk menanganinya.

TNI diwakili oleh pasukan Kodam III/Siliwangi sebagai wakil komandan satuan tugas (Wadan Satgas) penyelamat ekosistem air yang kini viral tercemar bau oleh limbah industri dan sampah dienduskan oleh Garry (Wartawan Asing) pada tahun 2017 hingga pemerintah membentuk satgas penertiban Sungai Citarum.

Untuk menyelamatkan itu semua Satgas Citarum berpayung hukum pada Kepres No. 15 Tahun 2018 sebagai bekal dan pedoman pergerakan tugasnya hingga menjalar keseluruh wilayah sungai sebagai anak cucu cicit sungai yang bermuara di sungai citarum beserta lingkungan yang penuh pengaruh pada air dan udara merupakan gagasan dalam penyelamatan Sungai Citarum.




Sunsektor 17 - 22 Hari ini Senin (11-02-2019) pukul 10.00 wib sd 12.30 wib bertempat di Desa Ciburial Kec. Cimenyan telah dilaksanakan sosialisasi tentang Program Citarum Harum dihadiri 75 Orang komponen masyarakat terdiri dari Staf Kades Ciburial, Ketua RT, Ketua RW, Kelompok  Tani dan para tokoh masyarakat setempat.

Dansubsektor 17 - 22 Citarum (Sertu Kasyadi) menyampaikan pada kesempatan itu, "Berubah fungsinya hutan, yang dulu penuh tanaman keras yang rindang kini menjadi lahan pertanian hingga menghabiskan 80% dari hutan kini telah merusak tatanan air tanah sehingga ketika hujan air mengalir ke daerah bawah yang mengakibatkan banjir disana sini tanpa endapan air tanah tersisa" Tuturnya.

"Banjir daerah Ujungberung, merupakan tanda klasik ekologi yang disebabkan gundulnya Kawasan Bandung Utara (KBU) sudah kurangnya endapan air karena akar tanaman keras yang kurang kini berdampak Negatif Bencana yang perlu kita selesaikan dengan penanaman pohon hingga puluhan ribu batang kita butuhkan untuk ditanam di Kawasan Atas Cimenyan" imbuh Kasyadi.



Sosialisasi Citarum Harum untuk meningkatkan kepedulian masyarakat akan penghijauan dan kebersihan lingkungan sebagai tindakan penyelamatan kehidupan merupakan makanan sehari-hari bagi satgas citarum harum demi terwujudnya cita-cita Kepres No.15 Tahun 2018.


Kol. Inf. Asep Rahman Taufik (Dansektor 22)


Kolonel Inf. A. Rahman Taufik (Dansektor 22 Citarum) di tempat yang berbeda, menyampaikan, "Bandung merupakan Cekungan maka tatanan hijau dengan Penanaman Pohon Keras di Kawasan Bandung Utara sangat diperlukan, sebagai penyelamat udara yang sensitif negatif dan bisa mengeliminir bahaya banjir di kawasan kota Bandung dan sekitarnya" Tutur Kolonel.

"Persamaan sikap dari pemerintah tanpa mengutamakan ego sektoral sangat diperlukan, supaya cepat terwujud normalnya tujuan demi keselamatan hidup tanpa banjir dan sesaknya udara, sehingga menopang hidup dan penghidupan, keselamatan sungai dengan hidupnya ekosistem sungai maka para petani pun harus sadar supaya bisa menanam pohon keras di area tanah miliknya di sela tanaman pertanian sebagai tindakan penyelamat ekologi yang berkelanjutan" Pungkas Dansektor 22. (Zhove)