Sektor 21 ; Setelah 1 Tahun, Pembangunan IPAL di PT. Sansan Telah Selesai Di Laksanakan

Header Menu

HARIAN 60 MENIT | BAROMETER JAWA BARAT
Cari Berita

Advertisement


Sektor 21 ; Setelah 1 Tahun, Pembangunan IPAL di PT. Sansan Telah Selesai Di Laksanakan

Rabu, 11 September 2019
Loading...


60menit.com - Tampak Dansektor 21 Kolonel Inf Yusep Sudrajat bersama perwakilan dari LH Kota Cimahi Bpk Eko dan Harry Danu pemilik PT. Sansan melihat hasil olahan di Outlet pembuangan terakhir
60MENIT.COM, Cimahi Selatan - Selasa (10/09/2019) Hari ini satgas Citarum harum sektor 21 yang di pimpin Kolonel Inf Yusep Sudrajat melaksanakan  kunjungan ke PT Sansan Saudaratex yang beralamat di jalan Cibaligo No. 33 Kelurahan Cibeureum Kecamatan Cimahi Selatan Kota Cimahi

Adapun maksud dari kunjungan kali ini adalah memenuhi undangan dari management perusahaan tersebut atas suksesnya pembangunan penambahan kapasitas IPAL di perusahaannya dan bermaksud mengadakan syukuran, hal ini seperti yang disampaikan Kolonel Yusep Sudrajat kepada awak media yang hadir baik dari Online, Cetak maupun Televisi

60menit.com - Dansektor 21 bersama dengan perwakilan dari LH sedang berbincang bincang dengan pemilik perusahaan PT. Sansan
"Ya kebetulan hari ini kami mendapat undangan dari management, bahwa IPAL yang selama ini dikembangkan oleh PT Sansan, yang awal satgas Citarum harum itu ada, dari 1000 meter kubik di tingkatan menjadi 3000 meter kubik per/harinya dan hari ini bermaksud mengadakan syukuran dan penambahan IPAL ini sudah dibangun sekitar 1 tahun yang lalu", kata Kolonel

Hari ini peresmian IPAL tersebut, lanjut Kolonel Yusep, kita berharap dengan adanya salah satu yaitu PT Sansan yang melaksanakan kegiatan ini bisa menjadi pendorong semangat bagi perusahaan lain, baik yang membangun dari nol maupun yang menambah kapasitas IPAl nya. Sehingga apa yang menjadi cita cita kita semua dan apa yang di perintahkan oleh Perpres kepada satgas Citarum harum segera terwujud dan Ekosistem di dasar Citarum akan hidup kembali.

60menit.com - Kolonel Yusep dan Rombongan kembali melihat IPAL yang sudah di bangun untuk meningkatkan kapasitas  olahan limbahnya
"Saya ucapkan terima kasih kepada pak Harry Danu, atas pelaksanaan pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) ini. Semoga dengan adanya pengolahan limbah yang baik,  PT. Sansan tidak terkendala lagi. Tetap dalam keadaan bagus, normal dan aman untuk dibuang ke aliran sungai. Selama ada sektor Satgas Citarum harum, kami, ya prajurit prajurit dan semua elemen masyarakat akan tetap mengawasi hal ini. Begitu ada sungai kotor, pasti masyarakat akan laporan lagi karena memang di Cimahi sendiri, lanjut Kolonel Yusep, ada kurang lebih 67 pabrik yang seperti Sansan ini yang membuang limbah cair", jelas Kolonel Yusep

Disinggung dari hasil kunjungan kali ini yang sempat melihat lagi lokasi IPAL di PT Sansan tersebut, Kolonel Yusep menjelaskan bahwa dari hasil dari pengecekan sudah sangat baik

60menit.com - Kolonel Yusep dan rombongan setelah melihat lokasi IPAL yang berkapasitas 3000 Meter kubik/hari 
"Kita lihat sendiri barusan secara bersama sama, ada ikan hidup terus bening airnya, tadi dari LH juga sudah cek PH nya dan PH-nya normal. Jadi saat ini sudah normal semua/clear dan saya pikir ini sudah bagus jadi sudah bisa dibuang ke sungai", pungkas Kolonel Yusep

Sementar Harry Danu selaku pemilik perusahan mengatakan," Kita sudah komit 1 tahun yang lalu, kalau kita akan membangun IPAL sebagai mana mestinya dan kita juga akan terus ikuti aturan yang telah di turunkan dan ditetapkan oleh presiden. Saat ini kami sudah membuktikan komitmen nya, jadi kedepannya kita akan jaga terus hasil olahan limbanya", ucap Harry

60menit.com - Harry Danu (pemilik perusahaan) sedang memberikan penjelasannya kepada para awak media
Harry melanjutkan, misi kami selanjutnya ya akan start Recycle air, kemudian menjaga keluaran limbah cair tetap baik dan menurunkan cost. Sementara terkait dengan proses perijinan seperti yang tadi dikatakan pak Yusep ke saya, kita sudah membangun, sekarang kita akan atur dengan LH sendiri.

"Buat sekarang kita bangun di 3000, tapi kita yang optimal ada 220 jadi kita memang ada Spears supaya system'nya tidak terlalu berat. sementara terkait biaya, Cost nya memang cukup besar, kita sudah cukup banyak mengeluarkan biaya hingga mencapai belasan bahkan puluhan triliun rupiah dan kita tahu kondisi sekarang lagi kurang baik, tapi ini tetap menjadi komitmen kami ya kita kami laksanakan", jelasnya saat memberikan keterangan terkait pembangunan IPAL yang sudah dilakukan kepada para awak media yang hadir (T.Pro)