-->

Header Menu

HARIAN 60 MENIT | BAROMETER JAWA BARAT
Cari Berita

60Menit.co.id

Advertisement


Wakasad ; Format Baru Di Gunakan Pada Lomba Tembak ASEAN Armies Rifle Meet (AARM) Ke - 29 Tahun 2019

60menit.com
Kamis, 21 November 2019

60menit.com
60MENIT.COM, BANDUNG – Format pelaksanaan Lomba Tembak ASEAN Armies Rifle Meet (AARM) 29/2019 berbeda dari lomba tembak sebelumnya. Pada gelaran lomba tembak Angkatan Darat se-ASEAN ini  tidak lagi menggunakan sistem kompetisi antar kontingen negara, melainkan gabungan dari keseluruhan 10 Angkatan Darat negara ASEAN yang dibagi dalam empat tim, yaitu Aligator, Cheetah, Bear, dan Dragon.
60menit.com
Hal tersebut disampaikan Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) Letjen TNI Tatang Sulaiman, saat menjadi Inspektur Upacara pada pembukaan ASEAN Armies Rifle Meet (AARM) 29/2019 di Pusat Pendidikan Infanteri, Pusat Kesenjataan Infanteri  (Pusdikif Pussenif), Kodiklatad, Cipatat, Jawa Barat, Rabu (20/11/2019).

"Merupakan suatu kehormatan bagi TNI Angkatan Darat, mendapat kepercayaan dan kehormatan menggelar perhelatan lomba tembak Angkatan Darat se-ASEAN ini", kata Wakasad

Selama keikutsertaan TNI AD pada Lomba Tembak AARM sejak tahun 1991, Kontingen TNI AD berhasil menjadi Juara Umum sebanyak 13 kali. Format baru pada lomba tembak AARM 29/2019 ini lebih mengedepankan kebersamaan serta kerja sama tim seluruh peserta sesuai tema "Together We Can"


60menit.com
Para petembak sepuluh Angkatan Darat Negara ASEAN yang akan berlaga, meliputi Indonesia, Malaysia, Brunei Darusalam, Philipina, Kamboja, Vietnam, Thailand, Singapura, Myanmar dan Laos.

"Event tahunan ini lebih dari sekadar kerja sama militer di antara negara ASEAN,  ini adalah wujud semangat kebersamaan, kegembiraan, serta antusiasme yang menyeruak dari jiwa kita selaku prajurit untuk menunjukkan skill dan kebanggaan yang kita miliki", ujar Wakasad.

60menit.com
Lebih lanjut Wakasad mengungkapkan "Dalam event AARM kali ini, kita tidak lagi berpacu menjadi yang terbaik untuk diri kita sendiri. Kita akan berlomba untuk saudara kita, rekan satu tim kita. Karena itu tidak perlu sungkan, karena kita berbeda kultur dan bahasa, sebab pada prinsipnya bahasa militer di mana pun sama.

"Tidak perlu ada rahasia, di sini saudara bisa berlatih bersama petembak-petembak terbaik Indonesia, menembak dengan senjata-senjata yang pernah menjuarai berbagai ajang lomba, juga mendengar cerita, berbagi pengalaman, dan bahkan tertawa bersama seperti saudara. Jadi, seluruh kontingen peserta nantinya punya kebanggan. Mereka dapat membawa pulang trofi dan medali, inilah bentuk kebersamaan yang kita wujudkan dalam Lomba Tembak AARM 29/2019 ini", jelas Wakasad.

60menit.com
Selain upacara pembukaan sebagai tanda dimulainya Lomba Tembak ini, juga digelar novelty shoot oleh para Wakil Kasad kesepuluh Negara ASEAN. Sebelum upacara pembukaan dilaksanakan, para Wakil Kasad Negara ASEAN tersebut menuju tempat upacara pembukaan, dengan menaiki Kuda dari Depan Mako Pusdikif Cipatat hingga menuju tempat pelaksanaan  upacara pembukaan.

Berbagai atraksi juga disuguhkan usai upacara pembukaan AARM 29/2019 ini, yaitu Genderang Seruling Canka Lokananta (GSCL) Taruna Akademi Militer, serta demonstrasi kemahiran menggunakan double stick serta bela diri militer dan atraksi tenaga dalam mematahkan benda-benda keras dari  prajurit Kostrad. Sedangkan materi yang dipertandingkan pada Lomba Tembak AARM 29/2019 ini, meliputi pistol putra dan putri, Senjata Otomatis (SO), karaben dan senapan.

60menit.com
Selama berada di Kota Bandung, selain berlatih dan mengasah kemahiran menembak, para peserta Lomba Tembak AARM 29/2019 disuguhkan berbagai  kegiatan yang bersifat menjalin kebersamaan dan kerja sama tim berupa fun game, olahraga bersama, maupun  keunikan  budaya dan keragamam kuliner khas Jawa Barat. (T.Pro/Dispenad).