-->

Header Menu

HARIAN 60 MENIT | BAROMETER JAWA BARAT
Cari Berita

60Menit.co.id

Advertisement


Mahfud Minta Korban Pungli Tak Takut Melapor ke Kantornya

Minggu, 19 September 2021
Loading...


60menit.com -Mahfud Minta Korban Pungli Tak Takut Melapor ke Kantornya



60MENIT.com
-Jakarta -Menko Polhukam Mahfud Md meminta masyarakat yang menjadi korban pungutan liar (pungli) untuk membuat laporan ke kantornya. Mahfud mengatakan semua laporan masyarakat akan diproses tim Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Satgas Saber Pungli) Kemenko Polhukam.


Hal itu disampakan Mahfud melalui akun Twitternya @mohmahfudmd, Sabtu (18/9/2021). Awalnya Mahfud menyampaikan bahwa salah seorang penasehat tim Saber Pungli menjadi korban pemalakan lahan miliknya sendiri oleh preman di Bogor, Jawa Barat.


"Penasehat tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Imam Prasodjo yang memagari tanahnya yang sudah dibeli secara sah dan ada Setifikat Hak Milik (SHM) diperas dan dipungli oleh preman dan oknum di Sukamakmur Bogor. Petugas Saber Pungli kok akan dipungli, ya langsung lapor untuk diusut," kata Mahfud.

Salah seorang pengguna Twitter kemudian merespons cuitan Mahfud tersebut. Pengguna Twitter kemudian mengatakan aksi pungli juga banyak terjadi di Bekasi, Jawa Barat.

Mahfud kemudian membalas cuitan tersebut dan meminta agar melaporkan aksi pungli tersebut ke kantornya. Mahfud mengatakan masyarakat tidak perlu takut selama laporan dan bukti yang dimiliki jelas.


"Lapor saja ke kantor Saber Pungli di kantor saya, Kemenko Polhukam. Yang penting pelapornya jelas dan pelakunya jelas. Tak perlu takut," ujar Mahfud.


Lebih lanjut Mahfud mengatakan laporan dari masyarakat biasa juga akan ditangani Satgas Saber Pungli. Menurutnya banyak masyarakat yang takut melapor.


Dia meminta laporan disertai identitas pelapor yang jelas, objek pungli, dan terduga pelakunya. Mahfud mencontohkan laporan salah seorang pegiat antikorupsi yang saat ini sedang diproses tim Saber Pungli.


"Kalau masyarakat biasa lapor ditangani juga. Namun biasanya banyak yang tak berani lapor atau melapor tapi tak mau menunjuk bukti. Buktinya laporan @emerson_yuntho ditangani. Kita terus mengumpulkan bukti dari lapangan, selanjutnya Buya Eson akan kita undang untuk mencocokkan fakta," imbuhnya.


(Asep Dhalank)