-->

Header Menu

HARIAN 60 MENIT | BAROMETER JAWA BARAT
Cari Berita

60Menit.co.id

Advertisement


Empat Korban Penambang Di Evakuasi Tim Gabungan

Rabu, 06 Oktober 2021
Loading...

60MENIT.COM,Sumbawa - Tim Basarnas sempat kesulitan dalam mengevakuasi empat orang yang tewas di lubang tambang Pelempat Lenyeng, Desa Gapit Kecamatan Empang.

Lokasi tambang cukup jauh, jaraknya sekitar 10 kilometer dari Desa Gapit. Untuk menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP) dibutuhkan waktu 1 jam perjalanan. Selain itu, tambang dengan kedalaman 17 meter itu juga sempit.

Proses evakuasi baru bisa dilakukan pada Rabu (6/10). Tim tiba di lokasi kejadian sekitar pukul 11.00 wita. Proses evakuasi berlangsung sekitar dua jam. Mulai pukul 14.00 wita hingga pukul 16.00 wita.

Dalam proses evakuasi, tim dibantu warga setempat. Dengan alat seadanya, akhirnya proses evakuasi ke empat jenazah berhasil dilakukan.

”Tiga orang masyarakat Desa Gapit turun ke dalam lubang yg dipandu oleh Tim Basarnas untuk mengangkat korban ke atas,” tutur Kapolres Sumbawa melalui Kapolsek Empang AKP Sarjan dalam keterangan tertulis Rabu (6/10/2021).

”Lubang tambangnya juga sempit. Tidak cukup untuk dua orang,” bebernya.

Setelah korban berhasil dikeluarkan dari kedalaman belasan meter, korban langsung dibawa ke Puskesmas Empang untuk diidentifikasi.

Keempat korban diketahui bernama M. Ridwan (29), M. Robi Rafi’i (21), M. Said (33). Ketiganya adalah warga Desa Gapit Kecamatan Empang. Satu lainnya adalah pria 33 tahun, Silet (Nama panggilan), asal Desa Kakiang Kecamatan Moyo Hilir.

Pada pukul 16.30 wita, kempat korban diantarkan ke rumah duka untuk diserahkan kepada keluarga masing-masing. Menurutnya, pihak keluarga menolak untuk dilakukan otopsi. Mereka menerima peristiwa ini murni sebagai musibah.

Seperti diberitakan, Empat penambang emas ditemukan tewas di lumbang tambang di Desa Gapit Kecamatan Empang, Rabu (6/10/2021).
Korban meninggal diduga kehabisan oksigen, setelah terjebak selama beberapa hari pada kedalaman 17 meter.

Proses evakuasi baru bisa dilakukan pada Rabu (6/10). Dilihat dari kondisi jenasah, Pihak BNPB Sumbawa menduga korban telah meninggal sejak Sabtu, 2 Oktober 2021 lalu.
(Taupik)