-->

Header Menu

HARIAN 60 MENIT | BAROMETER JAWA BARAT
Cari Berita

60Menit.co.id

Advertisement


Selain Bios-44 Sektor 8 Juga Manfaatkan Kohe Dalam Merawat Tanaman

60menit.com
Kamis, 07 April 2022
Loading...

Selain Bios-44 Sektor 8 Juga Manfaatkan Kohe Dalam Merawat Tanaman 


60menit.com - Kotoran Hewan dari Peternakan  H. Aang yang akan di angkut ke Desa Mekarrahayu


60MENIT.COM, Bandung - Kamis (07/04/2022) Dalam upaya mengurangi tingkat pencemaran terhadap lingkungan terutama di Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum, Satgas Sektor 8 yang berada di bawah Komando Kolonel Arm Nursamsudin, memanfaatkan limbah kotoran hewan (kohe) untuk meyuburkan tanaman yang ada di bantaran Citarum. Kohe ini di kelola oleh masyarakat setempat yang tinggal di sekitar bantaran. Limbah tersebut di ambil dari peternakan yang sekaligus merupakan Rumah Pemotongan Hewan (RPH) milik H. Aang Gunawan yang berlokasi di Desa Nanjung, Kecamatan Margaasih Kabupaten Bandung


H. Aang Gunawan pemilik Peternakan di wilayah nanjung


Saat ditemui 60menit.com di peternakan miliknya, H. Aang Gunawan menjelaskan," iya pak, limbah kotoran hewan ini di angkut ke bantaran Citarum untuk di olah dan di manfaatkan sebagai pupuk di wilayah tersebut, tepatnya di Desa Mekarrahayu, oleh Pak Danial Ghyna Ginanjar. Dalam satu hari limbah kotoran hewan yang diangkut dari sini, sebanyak satu Truk, dan biasanya diangkut pada pagi hari sekitar pukul 09.00 s/d 09.30 Wib", terang H. Aang


Kalau untuk penanganan kohe disini, lanjut H, Aang, kami telah membuat bak-bak penampungan, yang fungsinya untuk mengumpulkan agar tidak terbuang. Dan sebelum kotoran itu di angkut, kondisinya sudah lebih kering sehingga memudahkan pengangkutan. Pada dasarnya, kami akan selalu mendukung Program Citarum Harum dan berusaha melaksanakan apa yang di anjurkan pemerintah terutama terkait penanganan limbah kotoran hewan yang ada di sini.


Pupuk hasil olahan dari Kohe 


" sementara dengan kondisi sungai Citarum saat ini, menurut saya keadaanya sudah semakin membaik. saya lihat penataan dan perawatan di bantaran terjadi disetiap sektor. Semoga dengan kegiatan kegiatan tersebut, program pemerintah yang dilaksankan dari beberapa tahun lalu, berhasil dengan baik dan sungai ini bisa lagi menjadi sumber kehidupan bagi warga", pungkas pemilik sekitar 600 sapi ini


Di tempat terpisah, hal senada disampaikan Danial Ghyna Ginanjar atau yang akrab di panggil Gin Gin, selaku pengolah dan pemanfaat kotoran hewan, saat memberikan keterangan terkait pemanfaatan kotoran hewan tersebut yang digunakan sebagai pupuk untuk tanaman yang ada di bantaran sungai Citarum wilayah sektor 8


Danial Ghyna Ginanjar (pengolah kohe)


" saya selaku pemanfaat limbah kotoran hewan, hanya berusaha untuk membuat limbah tersebut sebagai sesuatu yang dapat dimanfaatkan untuk masyarakat. Selain menjadi pupuk, limbah kotoran hewan ini juga dapat menjadi media cacing dan lain sebagainya. Tentunya hal ini juga akan meningkatkan nilai ekonomi warga  dan juga dapat mengurangi pencemaran yang terjadi di Daerah Aliran Sungai Citarum", terang Gin Gin


Hampir setiap hari, lanjut Gin Gin, sebanyak 1 truk limbah kotoran hewan dari Nanjung dikirim kesini, kemudian limbah ini kami olah dan kami jadikan pupuk dan lain lain. Apa yang kami lakukan, tentunya sebagai bentuk dukungan terhadap jalannya Program pemerintah yaitu Citarum Harum 


Pelda Tata S (Dansub 2 Sektor 8)


Sementara itu Pelda Tata selaku Dansub 2 sektor 8 mengatakan," kami satgas citarum akan berusaha untuk selalu menjalankan tugas dan tanggung jawab dengan sebaik baiknya. terkait perawatan tanaman yang ada dibantaran khususnya sektor 8 ini, selain menggunakan Bios 44, kami juga memanfaatkan pupuk yang berasal dari kotoran hewan. Kami berharap, dengan perawatan tersebut tanaman yang ada di bantaran ini, salah satunya pohon pohon mangga ini, bisa tumbuh subur dan menghasilkan buah yang banyak. sehingga bisa bermanfaat bagi warga setempat", harap Pelda Tata saat di temui dilokasi bantaran (T.Pro)