-->

Header Menu

HARIAN 60 MENIT | BAROMETER JAWA BARAT
Cari Berita

PILIHAN ANDA WAKTU SANTAI & RESMI

PILIHAN ANDA WAKTU SANTAI & RESMI
Cemilan Enak, Gurih dan Renyah (hanya 35K / Toples) : hubungi 081320002339

60Menit.co.id

Advertisement


*Saat Upacara HSN, Wagub Uu Ingatkan Tiga Peran Santri*

Sabtu, 22 Oktober 2022

 

Wakil Gubernur Jawa Barat H. Uu Ruzhanul Ulum.

*Saat Upacara HSN, Wagub Uu Ingatkan Tiga Peran Santri* Sabtu 22/10/2022


60MENIT.com-Sumedang- Upacara yang dipusatkan di Lapangan PPS, Sabtu (22/10), menjadi penutup rangkaian kegiatan peringatan Hari Santri Nasional (HSN) Tahun 2022. 


Acara yang berlangsung khidmat namun meriah tersebut dihadiri oleh Wakil Gubernur Jawa Barat H. Uu Ruzhanul Ulum dan Ketua PWNU Jawa Barat KH. Juhadi Muhammad. 



Barisan santri dari berbagai pondok pesantren dengan menggunakan seragam pesantren masung-masing dan membawa berbagai atribut (bendera) menambah kesemarakan jalannya upacara. 



Wakil Gubernur Uu mengatakan, kegiatan HSN kali ini merupakan kerja bareng  PWNU Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang. 

"Sumedang ditunjuk PWNU Jawa Barat sebagai tuan rumah penyelenggaraan HSN Tingkat Provinsi," katanya. 


Ia pun mengingatkan bahwa santri memiliki tiga peran yang selalu  disenandungkan, peran pertama yakni "hubbul wathon minal iman". 


"Artinya seluruh santri mencintai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Siapapun yang merongrong, santri harus terdepan menjaga NKRI," ucapnya. 


Peran kedua, lanjut Uu, ialah "hifdzul mitsaq" yang artinya menjaga kesepakatan kita bersama yakni Pancasila. 



"Jadi santri harus paling depan dalam mempertahankan, memperjuangkan dan mengamalkan Pancasila sehingga lahirlah slogan "Ideologi negara adalah ideologi santri, begitupun sebaliknya". Itulah yang kita kuatkan saat ini," ujarnya. 


Adapun peran ketiga adalah semangat untuk memakmurkan negeri, dalam arti santri harus berkiprah dalam segala hal sehingga Jawa Barat pada khususnya dan umumnya Indonesia memiliki rakyat yang sejahtera makmur dan adil. 


"Itu yang menjadi peran para santri dari dulu sampai sekarang," ungkapnya. 


Selain itu, Uu menyampaikan bahwa santri adalah sebuah komunitas yang sangat bersejarah dan berjasa terhadap bangsa dan negara. 


"Bukan hanya di saat memperjuangkan kemerdekaan, tapi juga dalam mengisi kemerdekaan. Terutama dalam rangka meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah," tuturnya. 


Menurut Uu, santri saat ini sedang "booming" sehingga lahir Undang-undang pesantren dan lahir Hari Santri. 


"Oleh karena itu, dengan kenyataan semacam ini merupakan kebanggan bagi komunitas kami," ucap Uu. 


Uu berharap kebanggan tersebut harus memicu santri-santri untuk lebih memahami terhadap nilai-nilai agama dan ajaran Islam. 


"Saya berharap dengan kebanggan ini harus memicu para santri untuk lebih memahami nilai-nilai agama dan nilai-nilai ajaran islam. Jangan sampai santri tapi tidak bisa baca kitab atau tidak memiliki akhlak dan moral yang baik," harapnya. 



Sementara itu, Bupati Sumedang  mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan PWNU Jawa Barat yang telah menunjuk Sumedang sebagai tuan rumah peringatan HSN tingkat Jawa Barat. 


"Tentunya dengan peringatan yang mengambil tempat di Sumedang akan semakin memotivasi para santri di Sumedang untuk terus belajar dan bekerja dengan keras dan mempersembahkan yang terbaik bagi agama, bangsa dan negeri ini," ucap Bupati. 


Dikatakan Bupati, santri telah hadir menjadi bagian dari solusi di tengah-tengah masyarakat yang memberi pembinaan pada umat dan memberikan pencerahan. 


"Santri telah hadir menjadi bagian yang memberikan solusi di tengah-tengah masyarakat dan menjaga NKRI. Selain itu  santri sekarang terbuka, bisa aktif dimana saja dengan profesi apa saja yang bermanfaat bagi bangsa dan negara," ungkapnya. 



Ketua PWNU Jawa Barat KH. Juhadi Muhammad menyebutkan, jika HSN kelihatannya biasa-biasa saja, namun jika dinilai dari segi perjuangan sangat luar biasa. 


"Dari dulu untuk mempertahankan NKRI santri selalu eksis pada motonya yaitu "NKRI harga mati"," ujarnya.

Oleh karena itu, ia meminta agar sebagai santri selalu memperjuangkan empat pilar yakni NKRI, Lancasila, UUD 1945 dan Bhineka Tunggal Ika. 


"Ini harus kita perkuat terus. Jangan sampai ada seorangpun dari bangsa kita ataupun orang lain yang akan merusak tatanan NKRI," tutupnya.


As-Red//Akbar. S