-->

Header Menu

HARIAN 60 MENIT | BAROMETER JAWA BARAT
Cari Berita

60Menit.co.id

Advertisement


AKP Suyatno,S.Pd.,M.M. Pimpin Personil Vaksinasi Presisi Siswa SMAN

Rabu, 13 Oktober 2021
Loading...

60MENIT.COM, Kab.Bandung - Dalam Upaya percepatan vaksinasi di Provinsi Jawa Barat mulai menyasar siswa-siswa SMA di Jawa Barat, Sekolah-sekolah yang berada di wilayah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di level 3 dan siswanya dapat menyelenggarakan pembelajaran tatap muka (PTM).

Kapolsek Solokanjeruk Polresta Bandung AKP Suyatno, S.Pd.,M.M,bersama personil melaksanakan kegiatan monitoring pelaksanaan vaksinasi fresisi yang diselenggarakan di SMAN 1 Ds.Panyadap Kec. Solokanjeruk Kab.Bandung yang mana kegiatan vaksinasi tersebut diadakan oleh jajaran Kepolisian dari Bib Doke Polda jabar. Rabu ( 13 /10/2021 ) 

Pemerintah terus gencar melaksanakan program vaksinasi Covid-19, tak terkecuali bagi siswa siswi yang tergolong kelompok usia 12 tahun - 17 tahun. Percepatan vaksinasi untuk usia pelajar ini dibutuhkan agar pembelajaran tatap muka bisa lebih aman.

Seiring dengan rencana sekolah tatap muka yang kembali dibuka AKP Suyatno, S.Pd.,M.M., Selaku Kapolsek Solokanjeruk mengingatkan pentingnya program vaksinasi bagi anak usia sekolah. 

"Itu perlu dioptimalkan bilamana sekolah sudah mulai dibuka yangmana anak-anaknya sudah divaksin, supaya mencegah atau meminimalkan potensi terjadi penularan di sana," Unkap AKP Suyatno, S.Pd.,M.M.

Kemudian AKP Suyatno menambahkan bahwa vaksinasi bagi tenaga pendidikan dan usia pelajar memang menjadi syarat penting untuk mencapai kekebalan kelompok (herd immunity),Selain soal vaksinasi, persiapan teknis dan non-teknis untuk pembelajaran tatap muka harus terlebih dulu dipastikan termasuk mengenai kondisi herd immunity dan zonasi penyebaran Covid-19 di daerah tempat sekolah itu berada.

"Hal lain yang harus diperhatikan sebelum membuka sekolah, apakah sebuah daerah sudah mencapai minimal 70%-80% kekebalan kelompok dan juga kesiapan sekolah dan orang tua sesuai Juknis dari Kemendikbud " kata AKP Suyatno. 
(Taupik)