60MENIT.COM, Cangkuang – Merespons laporan masyarakat terkait bencana alam, Piket Fungsi Polsek Cangkuang Polresta Bandung yang dipimpin oleh Aiptu Sugeng Trimo Haryono, melaksanakan pengecekan lokasi pergeseran tanah di Kampung Astana Panjang, RT 01/RW 07, Desa Pananjung, Kecamatan Cangkuang, Kabupaten Bandung, Sabtu (25/01)26) malam.
Peristiwa yang terjadi pada Sabtu malam, 24 Januari 2026, sekira pukul 22.30 WIB ini menimpa kediaman sdr. Aldi Renaldi (23). Material longsoran mengakibatkan tembok bagian belakang rumah korban mengalami kerusakan parah hingga ambruk.
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, terdapat beberapa faktor utama yang diduga menjadi penyebab yaitu Intensitas curah hujan yang sangat tinggi mengguyur wilayah Cangkuang sejak sore hari.
Kontur tanah yang gembur dan labil di area tersebut tidak mampu menahan resapan air, sehingga memicu pergerakan tanah.
Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka, tembok belakang rumah roboh (Nilai kerugian masih dalam tahap penyelidikan).
"Korban saat ini telah mengungsi sementara ke rumah kerabat terdekat demi keamanan menghindari longsor susulan." ujar Aiptu Sugeng. saat dikonfirmasi, Senin (26/01/2026).
Aiptu Sugeng Trimo Haryono telah melakukan koordinasi intensif dengan pihak Pemerintah Desa Pananjung dan BPBD Kabupaten Bandung untuk langkah penanganan lebih lanjut serta pendataan bantuan bagi korban.
Kapolresta Bandung Kombes Pol. Aldi Subartono, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Cangkuang Ipda Didi Dwi Purnomo, S.AP., CPHR., menegaskan bahwa kehadiran Polri di tengah masyarakat saat terjadi bencana adalah komitmen kami dalam memberikan perlindungan dan rasa aman.
"Kami mengimbau kepada seluruh warga, terutama yang tinggal di daerah perbukitan atau dekat tebing, untuk tetap waspada mengingat cuaca ekstrem yang masih berlangsung." tegas Ipda Didi.
Pastikan jalur evakuasi mandiri sudah dipahami jika terjadi hujan dengan durasi lama. tutup Ipda Didi, pungkasnya.
(Taupik Hidayat)


