Pangdam III/Siliwangi Lakukan Kunker di Wilayah Sektor 6 dan Coba Hasil Olahan Mesin Penjernih Air
![]() |
| 60menit.com - Pangdam III/Siliwangi, Mayjen TNI Kunto Arief Wibowo saat berkunjung di Sektor 6 satgas Citarum |
60MENIT.COM, Bojongsoang - Kamis (17/02/2022) Pangdam III/Siliwangi, Mayjen TNI Kunto Arief Wibowo, S.I.P., didampingi Ketua Persit KCK Daerah III/Siliwangi Ny. MIA kunto Arief Wibowo mengadakan Kunjungan Kerja (Kunker) ke wilayah Sektor 6 Citarum Harum yang berada dibawah Komando Kolonel Arh Mohamad Zaini, S.I.P, Sos., tepatnya di Oxbow Bojongsoang Kampung Mekar Sari RT. 01 RW. 21 Kelurahan Baleendah, Kec. Baleendah. Kab. Bandung Jawa Barat.
Kunjungan kerja Pangdam III/Slw beserta Ny. Mia Kunto Arief Wibowo ke Sektor 6 Citarum dalam rangka menyaksikan uji coba alat penjernih air “Filter Nusantara” yang berada di OXBOW Bojongsoang. Selain itu kunjungan Pangdam, dalam rangka mengecek progress pekerjaan di Sektor tersebut.
Sebelum dilakukannya uji coba terhadap alat penjernih air (filter Nusantara), para Pejabat Kodam lainnya merasa ragu akan keberhasilan alat tersebut yang bisa menjernihkan air dalam waktu singkat. Mengingat kondisi air yang digunakan dalam uji coba yang diambil dari Sungai Citarum, masih berwarna kehijauan. Namun hasil test awal dengan menggunakan alat Total Dissolved Solids (TDS) atau total zat terlarut, menunjukkan angka 490 ppm atau mg/l. Sehingga dinyatakan aman
Setelah dilakukan uji coba dengan menggunakan alat Filter Nusantara, ternyata air hasil olahan setelah diproses dalam water treatment layak untuk diminum, tentunya setelah dilakukan pengetesan yang valid. Sehingga Pangdam III/Slw beserta para Asisten dan Kabalakdam, ikut mencoba meminum air hasil olahan alat tersebut.
Tidak hanya Pangdam dan para Pejabat Kodam saja yang meminum air tersebut, tetapi beberapa warga sekitat juga ikut mencobanya, baik orang tua maupun anak-anak ikut meminumnya, bahkan ada yang membawanya ke rumah.
Untuk itu, alat tersebut disiapkan Kodam III/siliwangi dalam rangka menghadapi perang darat. Dimana sumber air bersih yang tersedia sangat minim atau medannya berbentuk rawa-rawa, sehingga dengan alat itu, kesediaan air bersih yang diperlukan dapat terpenuhi oleh prajurit. Selain untuk kepentingan perang darat, Kodam III/Slw pun berencana mengembangkan alat penjernih air “Filter Nusantara” ini, untuk membantu daerah tertinggal, terpencil dan terisolir (3T) yang ada di wilayah Kodam III/Slw yang mengalami kesulitan air bersih.
Pada kesempatan tersebut, Pangdam mengatakan, " mesin prototipe (sample/model awal) ini kita gunakan untuk memenuhi kebutuhan air bersih, yang tadinya tidak layak menjadi layak dan bisa langsung di minum lewat karya sederhana ini. Kita harus berani membuktikan karya nyata yang sesungguhnya, bukan hanya bisa bicara saja, jauh sebelumnya saya bersama Pa Doni Monardo pernah turun bersama di Citarum ini “ucap Pangdam.
Air yang turun dari langit ke bumi, lanjut Pangdam, jangan di sia-siakan, sumber air yang ada untuk menciptakan air ini memang benar-benar layak, untuk di konsumsi masyarakat karena air adalah sumber kehidupan. Jadi kita semua harus mendukung, bukan hanya bicara saat ini. Bila nanti Citarum harum sudah tak ada lagi, tetap masyarakat harus sadar dan sama-sama menjaga. Manfaatkan sumber air untuk kebutuhan, dan menjaga alat yang di sediakan untuk kebutuhan bersama (Simbiosis Mutualisme)
" kita bekerja nyata dari keamanan wilayah dan kesejahteraan, juga di bidang ketahanan pangan, dan harus mampu juga menciptakan sumber daya manusia dan wilayahnya. Tidak harus banyak bicara, tapi berbuat nyata, dan siapapun yang mampu silahkan dan lakukan dengan baik", tegas Pangdam.
Sementara itu, Camat Bojongsoang, Bambang mengungkapkan ," saya sangat berterimakasih kepada Bapak Pangdam, atas perhatiannya untuk daerah kami. Apabila adanya alat yang seperti ini, mungkin bisa dialokasikan, bahwa kebutuhan air adalah kebutuhan pokok. Dan apabila terjadinya bencana banjir, mungkin sudah bisa dianggap bahwa ini sudah teratasi dan membantu. Saya akan coba menyampaikan dan meyakinkan kepada pimpinan kami, bahwa inovasi ini, harus disambut dengan baik oleh pemerintah daerah", ujarnya. (T.Pro)






